Berita, Timur Tengah

Iran Ancam Hancurkan UEA dengan Rudal, IRGC: Saat AS Pergi Tinggal Kau dan Aku!

Repelita.net

08 May 2026 23:46 WIB • 1,175 view

Iran Ancam Hancurkan UEA dengan Rudal, IRGC: Saat AS Pergi Tinggal Kau dan Aku!
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Atmosfer keamanan di wilayah Teluk Persia kini berada pada titik didih yang sangat mengkhawatirkan setelah otoritas militer Iran melayangkan peringatan perang secara terbuka kepada Uni Emirat Arab atau UEA menyusul ketegangan yang semakin meruncing.

Langkah provokatif yang diambil oleh Pasukan Garda Revolusi Islam atau IRGC ini merupakan bentuk tekanan politik agar pihak Abu Dhabi segera menghentikan segala jenis dukungan operasional bagi militer Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Pihak Teheran menilai bahwa aktivitas pengawasan dan logistik yang dilakukan oleh Washington di Selat Hormuz selama ini telah merusak kedaulatan nasional serta memicu ketidakpastian keamanan bagi seluruh negara yang berada di sekitar perairan tersebut.

Dalam sebuah pesan resmi yang disebarluaskan pada hari Jumat, 8 Mei 2026, jajaran komando tinggi IRGC memberikan ultimatum yang sangat keras mengenai potensi penggunaan kekuatan rudal balistik apabila tuntutan mereka tidak segera dipenuhi secara nyata.

“Berhentilah menjilat Amerika Serikat. Jika tidak, kami akan menyerang UEA dengan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Ketika AS pergi, hanya akan ada kau dan aku,” demikian bunyi pernyataan ultimatum yang disampaikan oleh pihak militer Republik Islam tersebut.

Tindakan agresif ini langsung memantik atensi dari berbagai negara besar di dunia karena dianggap sebagai salah satu bentuk ancaman fisik paling nyata yang pernah ditujukan oleh Teheran terhadap negara tetangganya di Semenanjung Arab.

Perselisihan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat kini secara sistematis mulai menyeret kedaulatan negara-negara di kawasan ke dalam pusaran konflik bersenjata yang dapat mengganggu stabilitas pasokan energi ke seluruh penjuru dunia.

Selat Hormuz yang menjadi lokasi pusat ketegangan merupakan urat nadi utama bagi distribusi sekitar dua puluh persen kebutuhan minyak mentah global setiap harinya sehingga setiap gangguan di jalur ini akan memicu krisis ekonomi internasional.

Hingga saat ini jajaran militer Amerika Serikat dilaporkan masih terus memperkuat kehadiran armada tempur mereka di perairan tersebut dengan dalih untuk melindungi kebebasan navigasi kapal-kapal dagang dari potensi blokade sepihak.

Pihak Teheran sendiri tetap menunjukkan sikap yang tidak kenal kompromi terhadap kehadiran militer asing di Teluk Persia dan terus melakukan mobilisasi unit-unit tempur mereka di sepanjang garis pantai strategis untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung