Repelita Bogor - Bupati Bogor Rudy Susmanto menjadi sasaran kemarahan warganet setelah dirinya terlihat berada di tengah barisan massa yang melakukan unjuk rasa menuntut pembukaan kembali aktivitas pertambangan di kawasan Bogor Barat.
Kritik tajam yang membanjiri jagat digital tersebut memaksa sang kepala daerah untuk segera memberikan klarifikasi guna menepis tuduhan bahwa dirinya tengah membangkang terhadap instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
ADVERTISEMENT
Rudy Susmanto menegaskan bahwa dirinya tetap patuh pada garis kepemimpinan provinsi dan tidak bermaksud memberikan pembelaan khusus bagi kelompok pengusaha tambang di wilayah Rumpin, Cigudeg, serta Parung Panjang.
Mengenai simpang siur kabar pembangkangan tersebut, Rudy menyampaikan bantahannya dengan menyatakan, “Intinya tidak ada niatan sedikit pun untuk melawan gubernur atau siapa pun.”
Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di tengah para pendemo hanyalah upaya taktis untuk meredam tensi massa agar tidak terjadi gesekan fisik yang berpotensi merusak fasilitas publik di wilayah Cibinong.
Rudy beralasan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga stabilitas keamanan wilayahnya dengan berujar, "Saat itu warga hanya ingin ditemui oleh bupati. Saya tidak ingin masyarakat saya berbenturan dengan pihak lain. Kondusivitas penting untuk kita jaga bersama.”
Meskipun telah memberikan penjelasan, banyak netizen yang tetap meragukan ketulusan sang bupati dan mencurigai adanya konflik kepentingan terselubung dengan para cukong tambang yang terdampak penutupan.
Tuduhan miring tersebut berkembang luas hingga memicu gerakan warga internet untuk menyeret lembaga antirasuah guna melakukan audit investigatif terhadap harta kekayaan dan transaksi keuangan milik pimpinan daerah tersebut.
Warganet bahkan secara masif menandai akun resmi penegak hukum agar segera turun tangan mendalami potensi adanya aliran dana ilegal dari sektor pertambangan yang masuk ke kantong pribadi pejabat teras di Kabupaten Bogor.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok