Berita, Palestina

Hampir 20 Negara Islam Sepakati Aksi Kolektif Melawan Pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsa

Repelita.net

07 August 2026 21:19 WIB • 766 view

Hampir 20 Negara Islam Sepakati Aksi Kolektif Melawan Pelanggaran Israel di Masjid Al-Aqsa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sebanyak hampir dua puluh negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam mengambil sikap tegas untuk merespons dinamika provokasi Israel yang menyasar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sikap bersama tersebut disepakati melalui forum tingkat menteri mengenai Yerusalem yang dilangsungkan di Amman, Yordania, pada Rabu (5/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengungkapkan bahwa seluruh negara peserta berkomitmen menjaga fokus internasional agar isu Palestina tidak terabaikan akibat krisis kawasan lainnya.

"Hari ini kami menghadiri pertemuan yang benar-benar bersejarah di Amman," kata Fidan kepada wartawan usai pertemuan.

Konsolidasi negara-negara muslim tersebut bermaksud menyusun strategi balasan diplomasi serta aksi kolektif nyata demi membendung aksi pelanggaran di area suci.

"Ada pertukaran pandangan yang sangat serius. Negara-negara terhormat di dunia Islam menyampaikan kekhawatiran sekaligus kemarahan mereka, sembari membahas langkah-langkah praktis, diplomatik, dan tindakan lain yang perlu diambil," lanjutnya.

Fidan mengingatkan bahaya terpecahnya konsentrasi global dari tragedi yang menimpa Gaza, Tepi Barat, hingga Yerusalem Timur.

Pemerintah Israel dinilai dapat memanfaatkan kelengaian publik internasional untuk melancarkan eskalasi penindasan yang lebih parah.

"Karena kami tahu, jika perhatian kami teralihkan ke isu lain, Israel akan lebih mudah melakukan apa yang sedang dilakukannya di Gaza, Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, dan Tepi Barat," kata Fidan.

Ankara juga menegaskan pengakuannya atas peran histori Kerajaan Yordania sebagai pemegang mandat penjaga situs-situs suci di Yerusalem.

Negara dan rakyat Turki memosisikan Kompleks Al-Aqsa sebagai situs suci bernilai esensial yang wajib dilindungi dari aksi penistaan.

"Presiden kami, pemerintah, negara, dan masyarakat kami memandang Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci kami sendiri. Setiap pelanggaran terhadapnya kami anggap sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai bangsa kami," tegasnya.

Di samping agenda Yerusalem, delegasi Turki menggelar diskusi khusus bersama perwakilan Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan guna mengawal resolusi damai di Jalur Gaza.

Turki bersama Mesir terus mengoptimalkan peran mediasi untuk menyikapi pembangkangan Israel terhadap hukum internasional.

"Kami secara serius membahas bagaimana merespons dan mengelola sikap Israel, pengabaian terhadap hukum internasional, serta kegagalannya mematuhi aturan dalam pelaksanaan rencana perdamaian," ucapnya.

Forum empat negara tersebut melahirkan opsi-opsi strategis yang segera dilimpahkan kepada pucuk pimpinan negara masing-masing.

"Anda akan melihat langkah-langkah yang berkaitan dengan keputusan tersebut dalam beberapa hari ke depan," kata Fidan.

Rancangan panduan perdamaian regional kini sedang dirampungkan keempat negara demi menghadirkan stabilitas keamanan permanen di kawasan Timur Tengah.

"Ini akan menjadi langkah pertama untuk menyusun kerangka penyelesaian permanen terhadap berbagai persoalan di kawasan. Dengan menyelesaikan pekerjaan ini secara sistematis, kami berharap dapat membangun stabilitas, keamanan, dan perdamaian regional secara bertahap," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung