Berita, Nasional

Guru Maju = Pendidikan Maju, Tere Liye Kritik Kebijakan Anggaran Pemerintah

Repelita.net

09 September 2026 14:27 WIB • 424 view

Guru Maju = Pendidikan Maju, Tere Liye Kritik Kebijakan Anggaran Pemerintah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penulis terkenal Tere Liye menyampaikan kritik pedas dan mendalam terkait arah kebijakan pembangunan dunia pendidikan nasional yang dinilai keliru.

Pandangan kritis tersebut dibagikannya melalui akun media sosial Facebook miliknya baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa kemajuan sektor pendidikan secara mutlak bergantung pada kualitas tenaga pendidik yang mengajar di ruang-ruang kelas.

Berdasarkan pengalaman blusukan literasi selama dua dekade melintasi berbagai wilayah pelosok Nusantara, ia menemukan disparitas fasilitas sekolah yang sangat kontras.

Mulai dari fasilitas lembaga pendidikan berstandar resor mewah hingga bangunan sekolah yang menyerupai kandang hewan dijumpainya secara langsung.

Perjalanan panjang tersebut meyakinkannya bahwa formula utama untuk mendongkrak mutu pendidikan terletak sepenuhnya pada kemajuan guru.

Peningkatan mutu tenaga pengajar tersebut harus ditopang melalui tiga pilar utama berupa kompetensi, dedikasi, serta tingkat kesejahteraan yang layak.

Apabila ketiga instrumen penting itu dapat dipenuhi secara bersamaan, maka lahirnya tenaga pendidik berkualitas bukan lagi sebuah angan-angan.

Catatan evaluasi turut diberikan terhadap perbandingan era kepemimpinan nasional terdahulu dalam mengurus kesejahteraan tenaga pendidik.

Era pemerintahan Presiden SBY kurun waktu 2004 hingga 2014 dinilai memiliki kepedulian nyata melalui program sertifikasi yang menyasar langsung kesejahteraan guru.

Kebijakan afirmatif masa itu terbukti sukses mendongkrak capaian skor PISA Indonesia secara bertahap.

Sebaliknya, situasi berbalik arah secara drastis pada periode kepemimpinan berikutnya antara 2014 hingga 2024 yang ditandai dengan tren penurunan skor PISA.

Kritik tajam turut dialamatkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo yang dinilai keliru dalam menerjemahkan solusi peningkatan kualitas mutu belajar mengajar.

Solusi peningkatan mutu pendidikan di era saat ini justru diwujudkan dalam bentuk pengadaan barang berupa pembelian perangkat televisi pintar.

Seluruh program pembangunan di bawah rezim sekarang dinilai selalu berorientasi pada proyek pengadaan barang fisik semata.

Para pemangku kebijakan dinilai telah mengabaikan esensi utama bahwa kemajuan sektor pendidikan bermula dari perbaikan taraf hidup guru.

Respons sinis sebagian netizen yang mempertanyakan kelayakan kenaikan gaji pendidik turut memantik kesedihan mendalam bagi sang penulis novel tersebut.

Sebagai mantan anak didik, masyarakat seharusnya merasa gembira melihat para pengajar mendapatkan penghidupan yang makmur dan sejahtera.

Pemberian insentif finansial yang memadai diyakini mampu menarik minat individu-individu terbaik untuk mendedikasikan diri sebagai pendidik profesional.

Kebijakan alokasi anggaran fantastis dinilai lebih baik dibakar demi kesejahteraan guru ketimbang dialirkan ke program dapur umum maupun pos anggaran lainnya.

Masyarakat yang merasa keberatan dengan tingkatan penghasilan tenaga pengajar dipersilakan untuk mendaftarkan diri secara langsung sebagai guru.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung