Berita, Ekonomi

Ketua OJK Bantah Presiden Prabowo Tantang MSCI Soal Rencana Perubahan Status Pasar Saham Indonesia

Repelita.net

23 October 2026 21:46 WIB • 87 view

Ketua OJK Bantah Presiden Prabowo Tantang MSCI Soal Rencana Perubahan Status Pasar Saham Indonesia
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menepis anggapan publik mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menantang pihak Morgan Stanley Capital International.

ADVERTISEMENT

Pimpinan otoritas keuangan tersebut menegaskan tidak ada maksud dari Kepala Negara untuk memicu konfrontasi terbuka dengan lembaga penyedia indeks pasar global tersebut.

Klarifikasi penting ini disampaikan oleh Friderica saat ditemui awak media di kawasan Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Rabu tanggal 21 Oktober.

“Enggak lah (menantang), enggak ada,” ujar Friderica di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Sebelumnya sempat mencuat kabar dalam forum rapat kabinet bahwa Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang tidak akan ciut menghadapi gertakan ekonomi.

Pernyataan berskala nasional tersebut mengemuka tepat di tengah adanya rencana dari penyedia indeks global untuk menggeser status klasifikasi pasar saham domestik.

Pihak lembaga asing diketahui berencana mengubah posisi pasar saham Indonesia dari yang semula masuk kategori Emerging Market beralih menjadi Standalone Market.

Friderica menjelaskan sudut pandang pemerintah bahwa ketegasan sikap Presiden Prabowo sejatinya menjadi fondasi utama dalam mengawal agenda reformasi pasar modal.

Langkah ini diambil demi memastikan ekosistem perdagangan saham di dalam negeri dapat tumbuh menjadi jauh lebih sehat dan kompetitif di masa depan.

Otoritas tertinggi keuangan beserta jajaran Bursa Efek Indonesia dipastikan tetap memelihara jalur komunikasi serta dialog yang intensif dengan pihak perwakilan korporasi global tersebut.

“Kita melihat bagaimana semua upaya dukungan Bapak Presiden juga supaya pasar modal Indonesia itu semakin kredibel. Makanya reformasi terus kita lakukan. Semakin kredibel, semakin likuid, semakin transparan, dan menjadi rumah untuk long-term investment buat masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Presiden Prabowo sendiri secara terbuka mengakui masih banyak kerikil tajam serta hambatan besar yang membayangi gerak langkah pemerintah.

Kendati demikian, grafik performa makroekonomi nasional dalam kurun waktu dua tahun belakangan diklaim telah memperlihatkan tren pertumbuhan yang cukup positif.

Sang Kepala Negara menggarisbawahi bahwa segala macam bentuk tekanan dari luar tidak akan pernah melunturkan keberanian bangsa dalam mempertahankan kedaulatan ekonomi.

"Kita terus diadang ada apa itu, macam-macam lah, ada MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takutin kita. Saya hanya katakan pada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Pemimpin tertinggi republik ini kembali menyuntikkan pesan moral bahwa modal utama seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi gejolak adalah keteguhan prinsip.

Semangat juang tinggi serta daya tahan nasional dinilai wajib melekat erat di dalam sanubari bangsa sebagai tameng utama saat diterpa badai krisis ekonomi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung