Berita, Timur Tengah

Foto Terakhir Khamenei Sebelum Tewas Viral, Publik Ragukan Keaslian dan Sebut Hasil Rekayasa AI

Repelita.net

30 March 2026 14:35 WIB • 1,039 view

Foto Terakhir Khamenei Sebelum Tewas Viral, Publik Ragukan Keaslian dan Sebut Hasil Rekayasa AI
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Sebuah foto yang diklaim sebagai potret terakhir Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 beredar luas di berbagai platform media sosial, memicu perdebatan publik mengenai keaslian gambar tersebut.

Foto yang viral itu menampilkan Ali Khamenei tengah duduk di kursi di dalam kantornya sambil membaca Alquran, dengan keterangan yang menyebutkan bahwa dokumentasi tersebut diambil tepat 23 menit sebelum serangan dilancarkan terhadap lokasi keberadaannya.

ADVERTISEMENT

Media Lebanon Al Mayadeen sempat mengunggah foto tersebut di akun media sosial X, namun kemudian menghapusnya tanpa memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penghapusan unggahan tersebut.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak otoritas Iran maupun lembaga terkait mengenai keaslian foto yang beredar luas tersebut, sehingga status kebenarannya masih belum dapat diverifikasi secara independen.

Keraguan publik muncul setelah sejumlah warganet mempertanyakan validitas gambar dengan alasan bahwa rekaman dari kamera pengawas atau CCTV seharusnya tidak dapat diakses publik pasca serangan besar yang menghancurkan kompleks kediaman sang pemimpin tertinggi.

Beberapa pihak bahkan menduga bahwa gambar tersebut kemungkinan besar dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengingat sulitnya memperoleh dokumentasi dari lokasi yang terkena serangan presisi.

Perang antara Iran melawan koalisi AS dan Israel bermula pada 28 Februari 2026 ketika militer kedua negara melancarkan serangan besar-besaran ke Teheran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya dalam operasi militer yang diberi nama Epic Fury oleh Amerika Serikat dan Roaring Lion oleh Israel.

Serangan yang dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran tersebut memicu eskalasi konflik secara luas di kawasan, dengan Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rentetan drone dan rudal ke berbagai target yang mencakup Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Rentetan serangan balasan Iran menghujani setidaknya delapan negara yakni Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, Qatar, Arab Saudi, Yordania, dan Azerbaijan, memperluas cakupan konflik yang sebelumnya terpusat di wilayah Iran dan Israel.

Kehancuran kompleks kediaman Ali Khamenei yang dikenal dengan nama Beit-e Rahbari terungkap melalui tangkapan citra satelit dari Airbus Defence and Space yang memperlihatkan bangunan utama di lokasi tersebut dalam kondisi hancur total rata dengan tanah.

Beit-e Rahbari selama ini dikenal tidak hanya sebagai tempat tinggal pribadi sang pemimpin tertinggi, tetapi juga berfungsi sebagai lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran dalam berbagai pertemuan kenegaraan.

Analisis dari para ahli militer menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat pada citra satelit tersebut sesuai dengan penggunaan amunisi penghancur bunker atau bunker-buster yang dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan bertingkat.

Jenis amunisi tersebut memang didesain untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat, menjadikannya senjata yang tepat sasaran untuk melumpuhkan struktur pertahanan berat seperti kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung