Berita, Nasional

Edy Mulyadi Kecam Oknum Polisi Dobrak Kamar Santriwati Ponpes Putri Hamalatul Quran Sukoharjo Tanpa Surat Perintah

Repelita.net

01 November 2026 17:45 WIB • 93 view

Edy Mulyadi Kecam Oknum Polisi Dobrak Kamar Santriwati Ponpes Putri Hamalatul Quran Sukoharjo Tanpa Surat Perintah
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Insiden penyerbuan asrama putri oleh rombongan aparat kepolisian bersenjata lengkap di wilayah Sukoharjo menuai gelombang kemarahan serta keprihatinan mendalam dari publik.

ADVERTISEMENT

Tindakan pendobrakan paksa pintu kamar kediaman para santriwati pada dini hari tersebut dinilai sebagai bentuk arogansi institusional yang mengabaikan aspek moral.

Kecaman keras atas dugaan tindakan sewenang-wenang eksternal ini disiarkan oleh Edy Mulyadi pada hari Minggu, 1 November 2026.

Melalui rilis audiovisual di dalam wadah Bang Edy Channel di platform YouTube, ia memaparkan rincian kronologis peristiwa yang terjadi menjelang pelaksanaan ibadah subuh.

Pihak pengelola lembaga keagamaan menyatakan bahwa operasi penggeledahan massal tersebut dilancarkan tanpa adanya kelengkapan surat perintah yudisial yang sah.

"peristiwa dini hari Rabu 29 Oktober di Sukoharjo Jawa Tengah itu membuat kita semua marah prihatin iya tapi marah ya bagaimana mungkin serombongan saya mau ngomong segerombolan enggak enak ya nanti salah ya serombongan polisi Brimop ya dari Polres Sukoharjo dari polsek mana itu menyerbu menerobos mendobrak pintu-pintu kamar para santriwati di Pondok Pesantren Putri Hamalatul Quran Sukoharjo Jawa Tengah" ujar Edy Mulyadi dalam takarir beritanya.

Ia menambahkan bahwa intimidasi fisik serta verbal secara langsung dialami oleh belasan santriwati prasejahtera yang saat kejadian sedang tertidur lelap.

Beberapa anak di bawah umur bahkan dilaporkan mengalami guncangan trauma psikologis berat akibat penyitaan paksa sejumlah aset operasional serta barang berharga milik yayasan.

Namun, pihak otoritas kepolisian daerah justru memberikan pembelaan bahwa seluruh rangkaian tindakan taktis di lapangan telah berjalan sesuai koridor administratif kedinasan.

"dituturkan secara kronologis sangat baik sekali ya misalnya ada beberapa yang sudah saya coba ringkas ya daripada kita baca panjang lebar yaitu kronologi versi pondok pesantren ya kejadiannya pukul 3.20 jadi menjelang salat subuh ya kalau di Jakarta kan sekarang 410 ya mungkin di Jawa Tengah sekitar selisih 15 menit ya berarti 45 kali gitu ya sori ee 350 atau 55 barangkali ya belasan polisi dan BRIMP bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu ya santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab atau cadar ditarik keluar ditodong laras panjang hingga mengalami intimidasi fisik dan verbal ya di dalam menjelaskan wajah dicengkeram dan dibentak" lanjutnya menguraikan kronologi.

Edy mendesak pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara Kapolri Jenderal Suyudi untuk segera mengambil tindakan hukum normatif yang tegas guna mengusut tuntas keterlibatan oknum lapangan.

Pembentukan tim investigasi independen lintas sektoral mutlak diperlukan demi mengembalikan transparansi serta marwah jargon kemitraan bersama masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok








TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung