Repelita Jakarta - Sebuah sorotan tajam mengemuka di platform digital terkait dugaan praktik lancung aliran dana berkala yang terjadi di lingkup birokrasi pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Kasus tersebut mencuat setelah sebuah postingan menyoroti adanya rincian kode transaksi khusus yang tercantum dalam dokumen persidangan resmi.
Informasi mengenai perkara tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @dailyarchife_ pada 1 November 2026.
Melalui unggahan di media sosial, akun @dailyarchife_ memaparkan, "Bukan gaji. Bukan honor. Tapi setoran rutin yang seolah sudah jadi jadwal tetap. Publik disuruh percaya “reformasi birokrasi”, “zero tolerance korupsi”, sementara di balik meja ada kode rahasia yang mengalir tiap pekan. Kalau ini hanya “dugaan”, kenapa sampai masuk surat dakwaan resmi? Kalau tidak ada, kenapa harus pakai kode? Rakyat dibodohi lagi. Seperti biasa. #RAMA40Juta #ImigrasiBusuk #KorupsiBerkode #MenteriATM #viral"
Pemaparan mengenai adanya aliran dana gelap mingguan ini memicu perbincangan hangat serta reaksi sinis di kalangan publik.
Banyak pengguna media sosial mengaitkan nilai nominal uang tersebut dengan himpitan ekonomi serta kenaikan biaya hidup harian.
Akun @sopihamzah ikut memberikan komentar jenaka sekaligus menyindir besarnya jumlah dana yang diklaim mengalir secara berkala itu.
Dalam kolom interaksi warganet, akun @sopihamzah menuliskan tanggapan, "Wow 40 juta setiap Minggu. Lumayan dong buat beli BBM 😂"
Selain mempermasalahkan jumlah dana, sebagian masyarakat juga mulai mempertanyakan identitas pejabat kementerian yang dimaksud dalam tanda pagar unggahan tersebut.
Akun @bahrurozy menyampaikan rasa penasaran dan kebingungannya terkait nama tokoh menteri yang menjadi sasaran kritik publik.
Melalui tanggapan tertulisnya, akun @bahrurozy mempertanyakan hal tersebut dengan menyatakan, "Emang ada ya menteri benama rama..??🤭🤭"(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads