Berita, Internasional

Calon gubernur di Peru tewas saat kampanye usai ditembak, dikenal kerap bongkar kasus korupsi

Repelita.net

22 September 2026 01:12 WIB • 85 view

Calon gubernur di Peru tewas saat kampanye usai ditembak, dikenal kerap bongkar kasus korupsi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dunia politik dan jurnalistik internasional dikejutkan oleh peristiwa penembakan brutal yang merenggut nyawa seorang figur publik perempuan asal Peru.

Korban tewas akibat terjangan timah panas tersebut diketahui merupakan seorang calon gubernur sekaligus jurnalis senior yang bernama Susy Isabel Aponte Polo.

ADVERTISEMENT

Insiden berdarah yang menewaskan korban jiwa tersebut terjadi ketika yang bersangkutan sedang menjalankan agenda kampanye politik di Kota Caraz.

Berdasarkan catatan waktu kejadian perkara, peristiwa penembakan tragis itu berlangsung pada hari Sabtu, 19 September 2026 waktu setempat.

Akibat luka tembak yang sangat parah di bagian kepala, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit.

Selain merenggut nyawa sang calon gubernur perempuan, insiden penembakan membabi buta itu juga melukai korban lain berjenis kelamin pria.

Aparat kepolisian sektor setempat bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan berhasil membekuk seorang lelaki yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan.

Terduga pelaku penembakan keji tersebut diketahui merupakan seorang warga negara asing yang berasal dari Venezuela.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, identitas terduga pelaku penembakan maut itu diungkapkan secara jelas oleh aparat bernama Luis Ivan Obispo Diaz.

Ketika proses penangkapan dilakukan oleh petugas berwajib, terduga pelaku kedapatan masih membawa senjata api jenis pistol yang digunakan beraksi.

Saat ini, oknum pelaku penembakan berinisial Luis Ivan Obispo Diaz tersebut telah resmi ditahan serta menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi.

Keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa pelaku menembak korban dari arah belakang secara tiba-tiba.

Letusan senjata api tersebut langsung mengarah ke bagian kepala korban hingga membuatnya tersungkur seketika di hadapan para pendukungnya.

Hingga detik ini, jajaran kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait motif di balik aksi penyerangan bersenjata tersebut.

Namun, sejumlah pemberitaan dari media massa lokal menduga kuat bahwa motif penembakan ini berkaitan erat dengan muatan politis.

Dugaan motif politik tersebut mencuat lantaran korban dikenal sebagai figur publik yang sangat vokal dalam menyuarakan berbagai persoalan penting.

Reaksi keras atas insiden pembunuhan berencana ini datang dari seorang senator perempuan terkemuka Peru bernama Ruth Luque.

Senator Ruth Luque secara tegas menyatakan bahwa serangan mematikan yang menewaskan Susy harus dipandang sebagai sebuah peringatan serius.

Selain itu, ia juga mendesak pihak penegak hukum agar segera mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan pembunuhan tersebut.

Desakan serupa juga disampaikan secara resmi oleh Dewan Pemilihan Nasional Peru kepada aparat keamanan agar mengusut tuntas perkara ini.

Langkah investigasi menyeluruh tersebut dinilai sangat krusial demi menjamin agar seluruh tahapan proses pemilihan umum dapat berlangsung damai.

“Kecaman keras disampaikan karena kekerasan tidak memiliki tempat dalam masyarakat demokratis. JNE menolak segala tindakan yang mengancam kehidupan, integritas, dan keamanan seseorang,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.

Sebagai catatan latar belakang kontestasi, korban dicalonkan sebagai gubernur wilayah Ancash oleh gerakan politik lokal Movimiento Independiente Regional Socio por Ancash.

Jadwal pelaksanaan pemungutan suara pemilihan gubernur di daerah tersebut rencananya akan dilangsungkan pada tanggal 4 Oktober 2026 mendatang.

Semasa hidupnya, korban dikenal luas oleh masyarakat setempat sebagai jurnalis profesional sekaligus penyiar radio andal di Provinsi Ancash.

Wilayah penugasan jurnalistik korban berada di kawasan sebelah utara ibu kota negara Peru yang dikenal sebagai Kota Lima.

Media massa lokal mencatat bahwa korban memiliki julukan populer sebagai La China Polo akibat keberaniannya membongkar kasus korupsi institusi kepolisian.

Detik-detik mencekam saat insiden penembakan itu terjadi sempat terekam jelas melalui kamera video amatir yang kemudian beredar luas di medsos.

Rekaman video amatir berdurasi singkat tersebut bersumber dari unggahan akun Facebook Radio Global Source.

Peristiwa mengerikan itu bermula tatkala korban sedang asyik bercengkerama akrab dengan seseorang yang diduga merupakan pendukung setianya.

Orang yang berada di hadapan korban tampak sengaja merekam momen kebersamaan tersebut menggunakan perangkat gawai pribadi.

Tidak lama setelah rekaman berjalan, terdengar suara letusan tembakan sebanyak tiga kali berturut-turut di tengah kerumunan massa kampanye.

Suara letusan senjata api tersebut langsung membuat korban seketika terkapar tak berdaya di lokasi kegiatan kampanye.

Dalam rekaman video amatir yang sama, terlihat pula seorang warga lain turut tersungkur jatuh di dekat posisi korban tergeletak.

Para pendukung serta simpatisan yang hadir di lokasi kejadian langsung panik dan berlarian menyelamatkan diri begitu mendengar suara tembakan.

Fakta mengejutkan lainnya terungkap setelah korban ternyata sempat menyampaikan pengakuan bahwa dirinya kerap menerima teror pembunuhan.

Ancaman pembunuhan tersebut diterima oleh korban akibat rentetan aktivitas pekerjaan politik serta profesi jurnalistik yang digelutinya.

Pengakuan terbuka mengenai adanya ancaman pembunuhan itu disampaikan oleh korban tepatnya sembilan hari sebelum insiden penembakan terjadi.

Korban mengaku sempat mendapatkan serangkaian panggilan telepon misterius yang berasal dari dalam area tiga lembaga pemasyarakatan berbeda.

Panggilan telepon ancaman dari balik jeruji besi tersebut berisi peringatan keras mengenai adanya rencana serangan fisik terhadap keselamatan jiwanya.

Menyadari nyawanya berada dalam ancaman nyata, korban kala itu mengaku telah melaporkan teror pembunuhan tersebut secara resmi kepada kepolisian. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung