Repelita Riyadh - Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah diplomatik yang sangat berani dengan mengusir armada jet tempur milik Amerika Serikat dari wilayah kedaulatan mereka sebagai bentuk penolakan keras terhadap penggunaan pangkalan militer oleh Washington.
Kebijakan tegas ini diambil setelah otoritas di Riyadh merasa tersinggung dan geram atas pengumuman sepihak yang dilontarkan Presiden Donald Trump terkait peluncuran operasi militer bertajuk Project Freedom di kawasan Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk dijadikan sebagai tameng pertahanan bagi kepentingan militer Amerika Serikat yang saat ini sedang terlibat eskalasi konflik bersenjata dengan Iran.
Keputusan pengusiran ini menandai pergeseran arah kebijakan luar negeri Riyadh yang kini lebih mengutamakan stabilitas keamanan regional tanpa harus terseret dalam pusaran perang terbuka antara kekuatan Barat dan Teheran.
Langkah Riyadh ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan militer di Timur Tengah mengingat selama ini pangkalan udara di wilayah tersebut menjadi tumpuan utama bagi mobilitas pasukan udara paman sam dalam mengawasi jalur energi dunia.
Otoritas keamanan setempat kini telah meminta seluruh aset udara Amerika Serikat yang tidak mendapatkan izin khusus untuk segera meninggalkan instalasi militer guna menjaga netralitas negara di tengah ketegangan yang kian memanas di Teluk Persia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok