Repelita Jakarta - Analis pertahanan Anton Permana memaparkan hasil pengamatannya mengenai adanya dugaan operasi serangan persepsi yang terorganisir secara sistematis di berbagai platform media sosial saat ini.
Dalam forum yang sama, ia mengungkapkan bahwa serangan digital tersebut bertujuan untuk mendelegitimasi kredibilitas institusi kepresidenan dengan menyebarkan narasi-narasi negatif secara masif dan berulang.
ADVERTISEMENT
Anton menilai bahwa upaya menciptakan ketidakpercayaan masyarakat ini merupakan bentuk peperangan asimetris yang sangat berbahaya karena dapat memicu disintegrasi sosial serta kegaduhan politik yang tidak perlu.
Ia meminta pimpinan nasional untuk tetap konsisten pada jalur perubahan dan tidak terpengaruh oleh upaya pembunuhan karakter yang sengaja dihembuskan oleh aktor-aktor di balik layar digital.
Menurutnya, transparansi dan bukti nyata dalam pengelolaan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat adalah senjata paling ampuh untuk melawan segala bentuk serangan informasi yang merusak marwah negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok