Berita, Internasional

Amerika Serikat Sanksi Pejabat Irak Terkait Skema Penyelundupan Minyak Ilegal Milik Iran

Repelita.net

09 May 2026 22:29 WIB • 708 view

Amerika Serikat Sanksi Pejabat Irak Terkait Skema Penyelundupan Minyak Ilegal Milik Iran
Foto: Istimewa

Repelita Baghdad - Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi menjatuhkan sanksi ekonomi yang sangat keras terhadap sejumlah pejabat tinggi dan entitas di Irak setelah terungkap adanya jaringan bawah tanah yang membantu penyelundupan minyak mentah asal Iran.

Langkah tegas ini diambil Washington guna memutus aliran dana gelap yang selama ini mengalir ke kantong Korps Garda Revolusi Islam melalui manipulasi dokumen pengapalan serta penggunaan pelabuhan di Irak sebagai titik transit rahasia.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan kemarahannya karena praktik ilegal tersebut dinilai secara langsung telah merusak efektivitas sanksi internasional yang selama ini diterapkan untuk menekan kapasitas militer dan ekonomi Teheran di kawasan Timur Tengah.

Otoritas keuangan Amerika Serikat melaporkan bahwa oknum pejabat di Baghdad diduga kuat terlibat dalam skema pencucian asal-usul komoditas energi tersebut agar seolah-olah terlihat seperti produk legal yang berasal dari ladang minyak lokal Irak.

Terkait tindakan disiplin fiskal tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan komitmen negaranya untuk menindak siapa pun yang membantu Teheran menghindari pembatasan global demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Teluk.

Pihak Washington memberikan peringatan serius mengenai dampak bagi para kolaborator penyelundupan dengan menyatakan bahwa setiap upaya untuk membantu pendanaan terorisme melalui komoditas energi akan berhadapan langsung dengan kekuatan hukum dan finansial paman sam.

Penghitungan kerugian akibat aktivitas terlarang ini diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, di mana minyak bernilai jutaan dolar telah berhasil diselundupkan keluar dari zona pengawasan internasional menuju pasar gelap global setiap bulannya.

Pemerintah Irak sendiri kini berada dalam posisi yang sangat terjepit karena harus mengklarifikasi dugaan keterlibatan aparaturnya di tengah tekanan besar untuk mempertahankan hubungan kerja sama strategis dengan pihak Gedung Putih.

Sejumlah analis intelijen maritim mencatat bahwa metode yang digunakan para penyelundup semakin canggih, termasuk dengan mematikan sistem pelacakan otomatis pada kapal tanker saat berada di perbatasan perairan guna menghindari deteksi satelit militer.

Sanksi terbaru ini diprediksi akan memperkeruh dinamika politik di Baghdad, mengingat adanya tarik-menarik kepentingan yang sangat kuat antara faksi-faksi yang pro-Barat dengan kelompok yang memiliki kedekatan ideologis maupun ekonomi dengan Iran.

Hingga saat ini, proses investigasi mendalam masih terus berjalan guna melacak aliran dana hasil penjualan minyak selundupan tersebut yang diduga kuat digunakan untuk memperkuat infrastruktur militer kelompok-kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung