Berita, Nasional

Aktivis 98 Protes Keras Amien Rais: Ucapan Hoaks dan Memecah Belah Bangsa

Repelita.net

02 May 2026 17:18 WIB • 1,319 view

Aktivis 98 Protes Keras Amien Rais: Ucapan Hoaks dan Memecah Belah Bangsa
Foto: Istimewa

Repelita Yogyakarta - Seorang aktivis 98 asal Yogyakarta bernama Supriyanto yang akrab disapa Antok Gajah melontarkan protes keras terhadap pernyataan politikus senior Amien Rais terkait dugaan skandal moral di lingkungan istana.

Antok menilai bahwa ucapan Amien Rais yang disampaikan dalam video berjudul Jauhkan Istana dari Skandal Moral pada Kamis, 30 April 2026, tidak lebih dari sekadar hoaks belaka.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut penyebaran informasi yang tidak benar tersebut dapat menjadi intrik politik yang sangat tidak pantas dan merendahkan kredibilitas Amien Rais sebagai seorang intelektual.

“Justru kami sangat menyayangkan tokoh yang selalu membangun citra dirinya intelektual dan moralis justru di tengah situasi bangsa yang banyak menghadapi tantangan memberikan pernyataan yang sangat tidak intelektual,” ujar Antok dalam siaran persnya pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurut Antok, ucapan yang dilontarkan oleh mantan Ketua MPR itu berpotensi besar memecah belah persatuan bangsa.

Bahkan ia menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais terkesan sedang membangun narasi yang merendahkan martabat Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin negara.

Narasi tersebut dinilainya sama sekali tidak didasarkan pada fakta melainkan bersumber dari hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian.

“Sebagai aktivis Gerakan mahasiswa 1998 di Yogyakarta yang terlibat dalam pengorganisasian aksi-aksi demonstrasi melawan rezim otoriter Orde Baru, saya sangat menyayangkan ucapan Amien Rais,” tegas Antok Gajah.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi yang sehat, kritik merupakan instrumen utama untuk menjaga akuntabilitas kekuasaan.

Namun kritik yang kuat dan bermartabat selalu harus berdiri di atas argumen, data, dan analisis yang mendalam bukan sekadar asumsi kosong.

“Ketika kritik mulai kehilangan pijakan itu, ia cenderung mencari jalan pintas, menyerang pribadi. Labelisasi, stigma, dan insinuasi menjadi alat untuk membangun persepsi publik tanpa perlu membuktikan substansi,” ungkap Antok.

Masalah utamanya lanjut aktivis 98 tersebut bukan semata terletak pada siapa yang sedang diserang oleh Amien Rais.

Yang lebih penting adalah standar atau norma apa yang sedang kita bangun bersama dalam ruang publik saat ini.

“Jika serangan personal dianggap wajar, maka ruang kritik akan dipenuhi oleh kebisingan, bukan argumentasi. Dan ketika itu terjadi, demokrasi kehilangan esensinya sebagai arena pertarungan gagasan,” terang Antok.

Ia menegaskan bahwa dirinya sepakat kritik terhadap kekuasaan tetap penting dan bahkan harus terus diperkuat dalam kehidupan berdemokrasi.

Namun kritik yang bermartabat adalah kritik yang berani menyasar kebijakan publik, bukan menyerang kehidupan pribadi seseorang.

“Pak Amien Rais silahkan mencari panggung dan mencari perhatian boleh saja tetapi jangan membangun narasi yang dapat menimbulkan kegaduhan publik dan memecah belah bangsa, serta melanggar UU ITE,” tegas Antok mengakhiri pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung