
Repelita Jakarta - Usai menemui Presiden RI ke-7 Joko Widodo di kediamannya di Solo, tersangka kasus tudingan ijazah palsu Rismon Sianipar bertandang ke Istana Wakil Presiden untuk bertemu Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian permintaan maafnya .
Rismon mengaku sikap terbuka yang ditunjukkan Gibran adalah bukti nyata iklim demokrasi yang sehat, meski dirinya pernah melontarkan kritik tajam melalui buku Jokowi's White Paper dan Gibran's Black Paper .
Analis Politik Saiful Huda Ems menilai Rismon tidak tahan dengan ujian hidup sehingga memilih menyerah dan mendatangi Jokowi dan Gibran secara bergantian seraya meminta maaf .
"Rismon meminta maaf atas suatu hal yang sebenarnya bisa jadi bukan kesalahan dia," kata Saiful dalam keterangannya dikutip pada Minggu 15 Maret 2026 .
Namun malangnya, kata Saiful, Rismon justru dipermalukan semalu-malunya oleh Gibran saat pertemuan tersebut berlangsung .
"Rismon disuruh pegang parcel, terus ditutup pintunya dan ditinggalkan sendirian di luar begitu saja, di depan pintu. Tragis sekali," kata Saiful menggambarkan kejadian .
Di depan pintu yang sudah tertutup, Rismon tampak clingak-clinguk kesana kemari tanpa tahu harus berbuat atau bersikap apa setelah ditinggalkan .
"Ini bentuk penghukuman," pungkas Saiful menilai tindakan Gibran terhadap Rismon .
Video pertemuan Rismon dengan Gibran sempat viral di media sosial dan menuai berbagai komentar dari warganet .
Dalam video tersebut terlihat Rismon menerima sebuah parcel dari seseorang di depan pintu Istana Wakil Presiden, kemudian pintu tersebut ditutup kembali .
Momen ini kemudian diunggah oleh akun Monica Official di platform X dengan narasi yang menimbulkan berbagai tafsir dari publik .
Akun tersebut menyebut Rismon seolah diperlakukan seperti seseorang yang datang untuk meminta bantuan dan hanya diberi parcel sebelum pintu ditutup kembali .
Rismon sendiri sebelumnya mengaku terkejut dengan sambutan hangat keluarga Jokowi meskipun ia pernah mengkritik mereka dengan cara yang tidak santun .
"Keterbukaan kedewasaan sebuah keluarga, walaupun dikritik dengan cara keras, dikritik dengan cara bahkan tidak santun, diperolok-olok oleh saya dan lainnya," kata Rismon usai pertemuan .
Namun momen pemberian parcel yang kemudian viral justru menimbulkan kontroversi baru di kalangan warganet .
Publik terbelah antara yang menilai Gibran bersikap baik dan yang menilai Rismon dipermalukan dengan cara yang tidak pantas .
Sementara itu Jokowi sendiri memastikan telah menerima maaf Rismon dan menyerahkan proses restorative justice kepada penasihat hukumnya .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

