Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei, Singgung Trisakti Bung Karno dan Perdamaian Dunia

 Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Saya Gembira -  TribunNews.com

Repelita Jakarta - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu tokoh Indonesia yang memberi perhatian terhadap kepemimpinan di Iran usai serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dengan menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin terpilih.

Usai negara tersebut memilih Pemimpin Tertinggi yang baru setelah pembunuhan Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Megawati langsung merespons dengan menyampaikan ucapan selamat yang ditujukan kepada pemimpin terpilih melalui surat resmi yang dikirimkan pada Senin 9 Maret 2026.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu pada Senin 9 Maret 2026 mengirim surat kepada pemimpin tertinggi Republik Islam Iran Mojtaba Hosseini Khamenei yang baru dilantik.

Mojtaba resmi dilantik sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran pada Minggu 8 Maret 2026 menggantikan Ali Khamenei selaku pemimpin tertinggi Republik Islam Iran yang tewas dalam serangan brutal Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.

Megawati menitipkan surat ucapan selamat ke Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada Senin 9 Maret 2026 di Jakarta.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Boroujerdi ketika menerima surat mengungkapkan bahwa Megawati adalah sosok yang konsisten memperjuangkan nilai keadilan di tingkat internasional.

"Dubes Mohammad Boroujerdi menyebut Ibu Megawati selalu yang pertama dan menggambarkan sosok pemimpin yang tidak hanya cinta perdamaian, namun juga memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam tata pergaulan global," ujar Hasto pada Minggu 15 Maret 2026.

Sementara itu Megawati dalam isi surat mengucapkan selamat bagi Mojtaba yang telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran secara demokratis melalui mekanisme yang ada.

Ketum PDIP itu juga memuji Iran sebagai negara yang berdaulat dan mampu bertahan di tengah berbagai tekanan internasional.

"Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno," demikian kutipan surat Megawati.

Dalam suratnya Megawati menyampaikan ucapan selamat dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan atas terpilihnya Mojtaba sebagai Rahbar melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar.

Ia menilai pemilihan ini berlangsung di tengah tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif namun Mojtaba mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran.

"Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran," tulis Megawati.

Megawati juga mengangkat pemikiran Bung Karno tentang pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh di dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa Bung Karno dalam seluruh sejarah perjuangannya terus menghimpun persaudaraan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin guna membangun tata dunia baru.

Perjuangan tersebut dibangun melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Gerakan Non Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of the New Emerging Forces tahun 1965.

"Dalam pandangan saya, seluruh pemikiran geopolitik Bung Karno tersebut sebagai upaya nyata mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan disertai visi yang begitu kuat bagi perdamaian dunia," tulisnya.

Megawati juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan bangsa Iran saat ini, rekam jejak sejarah peradaban bangsa Iran yang begitu panjang telah membentuk karakter dan semangat juang yang luar biasa.

"Bahkan di tengah berbagai tekanan dan sanksi ekonomi yang berlangsung begitu lama, bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno," tulisnya.

Ia berkeyakinan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Mojtaba dapat melanjutkan jejak para pemimpin revolusi Republik Islam Iran terdahulu.

Para pemimpin Iran disebut memiliki pandangan yang sama dengan pemikiran Bung Karno khususnya di dalam perjuangan menegakkan keadilan global, menolak tunduk pada kekuatan neo imperialisme, serta menjunjung tinggi martabat dan kedaulatan bangsa.

Megawati juga menegaskan bahwa sebagai bangsa, Indonesia meyakini bahwa dunia sejatinya harus dibangun di atas prinsip hidup bersama secara damai, kesetaraan, keadilan, serta kemanusiaan tanpa sekat.

Prinsip ini merupakan cerminan dari falsafah dan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila serta termaktub dalam konstitusi negara.

"Bangsa kami selalu percaya bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tulisnya.

Nilai-nilai inilah yang membentuk sikap Indonesia untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai bentuk penindasan dan imperialisme baru.

Megawati mengutip pidato Bung Karno di Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1960 berjudul "To Build the World Anew" yang memperingatkan dunia bahwa imperialisme belumlah mati.

Imperialisme akan selalu hadir dalam watak dan corak yang berbeda seiring perkembangan zaman.

Bung Karno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia.

"Oleh karenanya dengan semangat itu, saya berharap PBB hari ini dapat benar-benar memainkan peranan aktifnya untuk menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dengan menghentikan segala bentuk invasi sepihak, menghargai kedaulatan negara-negara merdeka, serta menyelesaikan konflik melalui mekanisme dialog yang konstruktif," tulis Megawati.

Ia menilai sudah saatnya PBB mengambil peran yang sentral melalui dukungan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang telah lama merindukan dunia yang damai bebas dari segala bentuk penghisapan.

"Sebab kita semua adalah umat manusia yang satu, yang menghuni planet bumi yang sama, dan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang berkeadilan seperti itulah yang saya yakini dapat menyatukan visi kita bersama," tulisnya.

Megawati menutup suratnya dengan doa yang tulus agar Mojtaba senantiasa memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan bimbingan Ilahi untuk membawa Iran keluar dari krisis.

Ia juga berdoa agar Mojtaba mampu menuntun bangsa Iran menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat serta membangun dunia yang lebih damai dan konstruktif bagi seluruh umat manusia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved