Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Hendri Satrio Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Jangan Pakai Strategi Buying Time!

 KedaiKOPI: Integritas-ketegasan kunci masyarakat lihat pemimpin ideal - ANTARA News Sulteng

Repelita Jakarta - Analis Komunikasi Politik sekaligus founder dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi Hendri Satrio meminta pemerintah mengambil sikap tegas untuk memberikan respons terhadap tindakan kekerasan dan penyerangan yang dialami oleh Andrie Yunus.

Lewat salah satu unggahan di media sosial X pribadinya Hendri mengatakan pemerintah dalam hal ini tidak boleh menerapkan strategi buying time atau mengulur waktu dalam menangani kasus tersebut.

Soal tindakan ke aktivis itu dengan harapan besar masyarakat akan lupa dengan apa yang terjadi seiring berjalannya waktu tanpa penyelesaian jelas.

"Pemerintah gak boleh pake strategi buying time, berharap masyarakat lupa terhadap kasus penyerangan Andrie Yunus," katanya dikutip pada Minggu 15 Maret 2026.

Bahkan tegas ia mengatakan pemerintah langsung melakukan langkah tegas dengan menemukan pelaku penyerangan dari kasus ini secepat mungkin.

Dengan harapan besar kasus ini segera diusut untuk memberikan rasa aman dan masyarakat terus merasa terlindungi dari tindakan kejahatan apapun.

"Justru pemerintah harus segera menemukan pelaku hingga aktor intelektual agar masyarakat selalu ingat bahwa kami hidup di Negara yang Aman, Negara yang melindungi Rakyat #Hensa," ujarnya.

Seperti yang diketahui Andrie Yunus mendapatkan tindak kekerasan serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam 12 Maret 2026.

Andrie mendapat serangan tersebut di Jalan Talang Jakarta Pusat pada malam hari sekitar pukul 23.37 WIB saat dalam perjalanan pulang.

Diketahui Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I menuju arah Talang Jakarta Pusat.

Kemudian dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang tepatnya di Jembatan Talang dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Kendaraan yang digunakan pelaku diduga merupakan motor matic Honda Beat dengan ciri-ciri yang telah diidentifikasi oleh kepolisian.

Pelaku pertama bertindak sebagai pengendara motor dengan mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap diduga jeans, serta helm hitam.

Sementara pelaku kedua berada di posisi penumpang yang bertugas mengeksekusi serangan dengan mengenakan penutup wajah.

Pelaku kedua mengenakan kaos biru tua dan celana panjang biru yang digulung hingga pendek diduga berbahan jeans.

Saat mendekati korban salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie Yunus.

Cairan berbahaya tersebut mengenai sebagian besar tubuh korban terutama bagian wajah dan tangan yang tidak terlindungi.

Akibat serangan mendadak itu korban langsung berteriak kesakitan sambil merasakan perih yang luar biasa di sekujur tubuhnya.

Ia juga terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya akibat kaget dan kesakitan yang luar biasa.

Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong kemudian berdatangan dan memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Andrie Yunus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya terutama di area vital.

Penanganan medis terutama difokuskan pada bagian mata yang terkena cairan tersebut karena risiko kerusakan paling serius.

Dokter yang menangani melakukan tindakan darurat untuk mencegah kerusakan lebih parah pada indera penglihatan korban.

KontraS menyebut bahwa tidak ada barang milik korban yang hilang dalam kejadian nahas tersebut menguatkan dugaan serangan terencana.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa serangan tersebut bukanlah aksi perampokan biasa melainkan teror yang direncanakan.

Dimas menilai bahwa penyiraman air keras tersebut merupakan bentuk serangan serius terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Ia menduga kuat tindakan biadab itu berkaitan langsung dengan aktivitas advokasi yang selama ini dilakukan oleh korban.

"Kami menilai tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM," ujarnya tegas.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan termasuk politikus aktivis dan masyarakat umum.

Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik serangan biadab tersebut.

Polri sendiri telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan barang bukti termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Masyarakat berharap kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved