
Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengungkit kembali peristiwa diplomatik tahun 2003 yang melibatkan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden Amerika Serikat George W Bush di tengah meningkatnya kritik publik terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace bersama AS dan Israel.
Dikatakan Jhon, pada saat itu Presiden Amerika Serikat George W Bush disebut beberapa kali menghubungi Megawati untuk meminta dukungan Indonesia terhadap rencana serangan kilat Amerika ke Irak yang akan dilancarkan.
Ia bahkan menyebut Bush menghubungi Megawati hingga empat kali melalui sambungan telepon langsung dari Gedung Putih.
"Megawati pernah ditelpon oleh Bush sampai empat kali agar mendukung rencana serangan kilat Amerika Serikat ke Iraq tahun 2003," ujar Jhon dalam pernyataannya pada Jumat 13 Maret 2026.
Namun kata Jhon, permintaan tersebut tidak mendapat persetujuan dari Megawati yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI.
Ia menyebut Megawati tetap bersikukuh menolak rencana tersebut meskipun mendapat tekanan diplomatik dari Amerika Serikat.
"Tapi bu Mega menolak dengan tegas sampai Bush marah," sebutnya mengenang kejadian bersejarah itu.
Jhon bahkan menyebut reaksi emosional yang ditunjukkan oleh Presiden Bush setelah mendengar penolakan tegas dari Megawati.
Baginya Bush sampai meluapkan kemarahan saat percakapan telepon itu berlangsung.
"Bush bahkan sampai membanting telepon tersebut," tandasnya menggambarkan situasi dramatis saat itu.
Bagi Jhon, sikap Megawati saat itu mencerminkan ketegasan seorang pemimpin dalam mengambil sikap di tengah tekanan negara adidaya.
"Itu presiden yang punya nyali," kuncinya menegaskan.
Kisah penolakan Megawati terhadap tekanan AS ini sebelumnya juga pernah disampaikan sendiri oleh Megawati dalam pidatonya pada November 2022 .
Saat itu Megawati bercerita bahwa Bush mulanya memujinya dengan mengatakan "Kamu itu kok pintar ya, Mega" saat dia mempertanyakan strategi perang kilat, namun kemudian Bush berubah marah dan menuduhnya membela Saddam Husein .
" (Kata Bush) 'Kamu selalu bela Saddam Husein?' Saya enggak bela Saddam Husein, saya bela rakyat Irak, yang pasti apa pun juga kan menderita," tutur Megawati dalam pidatonya kala itu .
Pernyataan Jhon ini muncul di tengah kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Prabowo yang dinilai terlalu dekat dengan AS dan Israel melalui keanggotaan Indonesia di Board of Peace .
Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah sebelumnya juga mengkritik keras pergeseran kebijakan luar negeri Indonesia yang menurutnya telah meninggalkan prinsip bebas aktif dan gerakan Non Blok .
Rizal menilai Indonesia kini berada dalam Go Blok alias blok imperialis Amerika-Israel, berbeda dengan era Megawati yang berani menolak tekanan AS meski harus berhadapan dengan konsekuensi politik .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

