Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Anak-anak Trump Berinvestasi di Bisnis Drone AS, Jadi Pemasok ke Pentagon dan Israel

Gabungan visual Iran dengan wajah asli dari bar

Repelita Jakarta - Dua putra sulung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan terlibat secara aktif dalam sektor bisnis drone yang kini semakin berkembang pesat di tengah kebijakan pemerintahan yang memprioritaskan produksi drone militer buatan dalam negeri.

Pada hari Senin Powerus Corporation perusahaan drone yang baru terbentuk mengumumkan Eric Trump serta Donald Trump Jr. sebagai investor utama dalam operasinya.

Perusahaan tersebut menyatakan tujuan utamanya adalah memperkuat supremasi industri drone Amerika melalui pembuatan lokal inovasi teknologi otonom serta kerjasama strategis di bidang pertahanan.

Eric Trump juga tercatat sebagai investor di Xtend perusahaan pembuat drone asal Israel yang tahun lalu membuka pabrik di Tampa Florida.

Dalam unggahan di X minggu lalu Eric Trump menyebut drone sebagai gelombang masa depan dan menyatakan kebanggaannya terhadap Xtend serta kontribusinya dalam menjaga keamanan Amerika.

Xtend pada bulan November mengumumkan perolehan kontrak bernilai jutaan dolar dari Departemen Pertahanan AS untuk mengembangkan serta memasok kit drone serang satu arah modular jarak dekat yang terjangkau dan berbasis kecerdasan buatan.

Penggunaan drone satu arah dalam pertempuran pertama kali dilakukan Pentagon selama serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran menurut pernyataan Komando Pusat AS.

CENTCOM menegaskan bahwa drone jenis tersebut memainkan peran krusial dalam konflik tersebut.

Donald Trump Jr. pada November 2024 bergabung dalam dewan penasihat Unusual Machines perusahaan pembuat drone lain yang juga memperoleh kontrak pemerintah.

Selain itu perusahaan investasi milik Donald Trump Jr. bernama 1789 Capital telah mengambil porsi saham signifikan di Anduril Industries produsen peralatan pertahanan yang fokus pada sistem tempur tanpa awak dan telah mendapatkan kontrak pemerintah.

Pemerintahan Trump pada bulan Desember memberlakukan larangan terhadap drone serta komponen utamanya buatan luar negeri dengan alasan ancaman keamanan nasional.

Larangan itu mencakup perangkat komunikasi serta pengawasan video dari produsen Tiongkok yang selama ini mendominasi pasar drone global.

Kebijakan tersebut membuka peluang besar bagi perusahaan drone Amerika yang masih terfragmentasi untuk memperebutkan kontrak bernilai tinggi dari Pentagon.

Dylan Hedtler-Gaudette direktur urusan pemerintahan di Project on Government Oversight lembaga pengawas etika nonpartisan menyatakan bahwa keterlibatan tersebut setidaknya menimbulkan kesan ketidakpantasan.

Tidak mungkin Presiden Trump membuat keputusan tentang perusahaan-perusahaan yang mengajukan penawaran untuk kontrak Pentagon kata Hedtler-Gaudette kepada ABC News.

Tetapi setiap orang yang membuat keputusan tersebut tentu menyadari siapa yang terlibat dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

Jadi sulit untuk mempercayai integritas keputusan tersebut.

Apakah kontrak diberikan kepada pesaing terbaik yang mengajukan penawaran atau apakah mereka memberikan penawaran berdasarkan koneksi keluarga dengan Gedung Putih.

Permintaan komentar dari ABC News kepada Trump Organization belum mendapat tanggapan hingga kini.

Penggabungan saham yang diumumkan Senin lalu akan menyatukan Powerus dengan Aureus Greenway Holdings operator lapangan golf menjadi satu entitas bernama Powerus Corporation.

Perusahaan tersebut berencana melantai di pasar saham setelah proses penggabungan rampung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved