Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ahli Intelijen Dunia Sepakat: Akurasi Mematikan Rudal Iran Diduga Gunakan Sistem Navigasi BeiDou China

 Kolase visual geopolitik dan teknologi

Repelita Jakarta- Serangan Sangat Akurat, Semua Ahli Intelijen Dunia Yakin Iran Gunakan Sistem Navigasi BeiDou China

Para ahli intelijen dari berbagai negara sepakat bahwa peningkatan akurasi luar biasa pada serangan rudal Iran baru-baru ini hampir pasti disebabkan oleh penggunaan sistem navigasi satelit BeiDou milik China.

Mantan direktur intelijen luar negeri Prancis Alain Juillet menegaskan dalam wawancara podcast independen bahwa rudal Iran kini jauh lebih tepat sasaran dibandingkan periode sebelumnya setelah konflik 12 hari dengan Israel pada Juni tahun lalu.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan presisi tersebut menimbulkan keyakinan kuat bahwa Iran telah beralih sepenuhnya ke BeiDou sehingga mampu menembus pertahanan canggih Israel dan sekutunya.

Serangan balasan Iran yang melibatkan ratusan rudal balistik serta drone itu diluncurkan menyusul operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari serta likuidasi sejumlah tokoh senior termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Walaupun sistem pertahanan udara Israel dan negara Teluk berhasil menangkis sebagian besar proyektil beberapa rudal tetap menghantam sasaran penting dan menimbulkan kerugian material serta korban jiwa yang cukup besar.

Berbeda dengan GPS yang dapat diganggu atau dibatasi oleh Amerika Serikat BeiDou sebagai sistem milik China tidak bisa diintervensi dengan mudah sehingga memberikan keunggulan signifikan bagi Iran.

Iran sendiri belum mengeluarkan konfirmasi resmi atas dugaan penggunaan BeiDou meski bukti lapangan semakin memperkuat keyakinan para analis intelijen.

BeiDou merupakan jaringan navigasi satelit China yang mencapai operasional penuh pada 2020 dan sengaja dikembangkan sebagai alternatif independen dari GPS Amerika Serikat.

Presiden Xi Jinping secara resmi meluncurkan sistem tersebut pada Juli 2020 di Beijing setelah proses pengembangan dipicu oleh kekhawatiran pembatasan akses GPS selama krisis Taiwan 1996.

Jumlah satelit BeiDou mencapai sekitar 45 unit sehingga memberikan cakupan dan akurasi lebih baik dibandingkan GPS serta GLONASS dan Galileo yang masing-masing hanya mengandalkan 24 satelit.

Sistem ini terdiri dari segmen ruang angkasa segmen darat yang meliputi stasiun kendali serta segmen pengguna yang mendukung berbagai perangkat mulai dari chip hingga terminal militer.

BeiDou bekerja dengan mengirim sinyal waktu presisi dari satelit ke penerima sehingga posisi dapat dihitung dengan margin kesalahan sangat kecil di seluruh permukaan bumi.

Layanan sipil BeiDou menawarkan akurasi lima hingga sepuluh meter sementara sinyal militer terenkripsi yang diduga diakses Iran mampu mencapai presisi di bawah satu meter.

Integrasi BeiDou ke dalam arsenal Iran diyakini telah dimulai sejak nota kesepahaman tahun 2015 untuk BeiDou-2 dan semakin dipercepat pasca kemitraan strategis komprehensif dengan China pada Maret 2021.

Transisi penuh dari GPS ke BeiDou termasuk untuk sektor sipil selesai pada Juni 2025 tepat setelah gangguan GPS sempat mengacaukan rudal serta drone Iran selama konflik 12 hari tersebut.

Kombinasi navigasi inersia dengan koreksi real-time dari BeiDou memungkinkan rudal mengoreksi lintasan secara otomatis bahkan terhadap sasaran bergerak sehingga akurasi meningkat drastis.

Penggunaan multi-konstelasi satelit juga membuat senjata Iran lebih tahan terhadap jamming karena geometri sinyal yang lebih kuat dari jumlah satelit yang melimpah.

BeiDou dengan kemampuan koreksi otomatis dan presisi sub-meter diyakini menjadi faktor kunci yang membuat serangan Iran kali ini jauh lebih mematikan dibandingkan sebelumnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved