
Repelita Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) melempar wacana untuk memasangkan Prabowo Subianto dengan Zulkifli Hasan pada Pemilu 2029 mendatang.
Usai wacana tersebut mendapat sorotan, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Willem Frans Ansanay bersama sejumlah elite relawan langsung bergerak menemui mantan Presiden Joko Widodo di kediamannya yang berada di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, pada Jumat 13 Februari 2026.
Dalam pertemuan tertutup itu, mereka membahas penegasan kembali atas komitmen dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode kepemimpinan nasional.
Willem Frans Ansanay mengungkapkan bahwa kunjungan rutin tersebut merupakan bagian dari kebiasaan mereka berdiskusi dengan Jokowi terkait konsolidasi internal Bara JP sesuai arahan yang sebelumnya telah diberikan.
Ia menjelaskan bahwa arahan dari Jokowi agar relawan terus konsisten memperjuangkan Prabowo-Gibran dua periode sejatinya sudah disampaikan sejak bulan Juni dan September pada tahun sebelumnya.
Dinamika politik nasional mulai terasa ketika beberapa partai politik mulai mengusulkan figur alternatif untuk menggantikan posisi wakil presiden, seperti PKB dan PAN yang sudah menyampaikan kandidatnya.
Menurut Willem, wacana yang digulirkan partai politik tersebut merupakan hal yang sah dalam demokrasi dan mereka menghormatinya.
Namun demikian, pihaknya tetap meyakini bahwa pasangan ideal yang mampu melanjutkan pembangunan adalah Prabowo bersama putra Jokowi tersebut.
Ia menegaskan bahwa pergantian wakil presiden di tengah jalan berpotensi mengganggu ritme dan konsistensi pelaksanaan program pembangunan nasional.
Pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai sebagai pemerintahan keberlanjutan yang meneruskan fondasi Nawacita era Jokowi ke dalam Astacita dan berbagai program prioritas saat ini.
Willem yang merupakan putra asli Papua menyatakan bahwa wilayah timur Indonesia masih sangat membutuhkan pembangunan berkelanjutan sehingga stabilitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan program pemerataan.
Ia menambahkan bahwa mengganggu stabilitas di tengah jalan dapat berimbas pada tidak optimalnya kegiatan pemerintah dalam melayani masyarakat.
Editor: 91224 R-ID Elok

