Repelita Kuala Lumpur - Federasi Sepak Bola Malaysia FAM tengah mempertimbangkan kandidat kuat untuk mengisi jabatan presiden yang kosong sejak pengunduran diri Datuk Joehari Ayub akibat skandal naturalisasi pemain.
Posisi presiden sementara dipegang Datuk Yusoff Mahadi sebagai pelaksana tugas setelah seluruh anggota exco mundur dan federasi sementara dioperasikan AFC menunggu putusan akhir Pengadilan CAS pada 26 Februari 2026.
Sosok yang kini dielu-elukan publik Malaysia sebagai kandidat terkuat adalah Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Sultan Pahang yang memiliki garis keturunan Indonesia jika ditelusuri ke belakang.
Mantan Wakil Presiden FAM Datuk Seri Redzuan Sheikh Ahmad menilai Sultan Abdullah sebagai figur paling memenuhi syarat untuk memimpin FAM kembali ke jalur yang benar.
Redzuan mengungkapkan bahwa ia pernah bekerja sama dengan Sultan Abdullah saat keduanya menjabat wakil presiden FAM dan menyaksikan langsung dedikasi serta kerja keras Yang Mulia tanpa pamrih pribadi.
Menurut Redzuan Sultan Pahang tidak suka pamer tidak memiliki kepentingan pribadi dan benar-benar mengabdi pada sepak bola Malaysia selama pengabdiannya.
Al-Sultan Abdullah pernah menjabat Presiden FAM periode 2014 hingga 2017 menggantikan ayahnya Almarhum Sultan Ahmad Shah serta memiliki pengalaman luas sebagai Presiden AFC dan staf ahli kepemimpinan eksekutif FIFA.
Koneksi serta pengalaman internasionalnya dinilai sangat berharga untuk memulihkan citra dan stabilitas sepak bola Malaysia pasca krisis berkepanjangan.
Satu fakta menarik Sultan Pahang memiliki akar keturunan Indonesia melalui wangsa Bendahara yang berasal dari Kesultanan Melaka yang didirikan Parameswara atau Sang Nila Utama dari Palembang Sumatera Selatan.
Secara silsilah ia dianggap keturunan Sang Nila Utama dan puteri Demang Lebar Daun yaitu Raden Ratna Cendera Puri serta memiliki hubungan kuat dengan Kesultanan Johor-Riau yang kental darah Bugis dari Sulawesi melalui Daeng Lima Bersaudara.
Istri beliau Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah juga memiliki garis keturunan Indonesia melalui keluarga kerajaan Johor yang berakar pada leluhur Bugis sehingga secara historis tidak dapat dipisahkan dari wilayah Indonesia khususnya Sumatera.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

