Repelita Jakarta - Roy Suryo menyoroti pembentukan satuan tugas pada tahun 2015 di masa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo dengan menyebut adanya satu satgas yang tidak mendapatkan tanda tangan presiden saat itu.
Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh satgas dibentuk oleh pemerintahan Joko Widodo kecuali Satgas Pemberantasan Ijazah Palsu yang tidak pernah ditandatangani.
Pernyataan tersebut disampaikan Roy Suryo pada Jumat 13 Februari 2026 saat memaparkan perkembangan kasus hukum yang menjerat namanya.
Roy Suryo menyatakan "Dari Bonjowi dan itu nanti akan kita dorong. Beliau akan membuka misteri tahun 2015 yang waktu itu ada satgas yang semuanya dibentuk oleh pemerintahan Jokowi waktu itu. Kecuali satu satgas yang tidak ditanda tangani Jokowi yaitu Satgas Pemberantasan Ijazah Palsu."
Ia menambahkan bahwa upaya ini akan terus didorong bersama pihak terkait untuk mengungkap fakta di balik pembentukan satgas tersebut pada masa lalu.
Roy Suryo juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap tim kuasa hukum serta para ahli yang telah memberikan keterangan secara aktif selama proses pemeriksaan.
Menurutnya kontribusi dari para ahli dan pendamping hukum sangat membantu dalam menjelaskan posisi serta argumen dalam perkara yang sedang berlangsung.
Pernyataan Roy Suryo ini menjadi bagian dari strategi pembelaan dalam menghadapi tuduhan terkait dugaan pemalsuan ijazah yang melibatkan nama Joko Widodo.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan mengenai satgas tahun 2015 diharapkan dapat memberikan perspektif baru terhadap dinamika penanganan isu ijazah pada periode tersebut.
Proses hukum yang sedang berjalan terus dipantau ketat oleh berbagai pihak sementara Roy Suryo tetap fokus menyampaikan fakta-fakta yang dianggap relevan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

