Repelita Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan pada Sabtu 14 Februari 2026 bahwa Presiden Donald Trump lebih mengutamakan pencapaian kesepakatan nuklir melalui jalur diplomasi dengan Iran.
Meskipun opsi militer tetap disiapkan sebagai cadangan pemerintah AS menunjukkan kecenderungan kuat untuk menyelesaikan isu tersebut lewat perundingan.
Rubio bahkan menyampaikan pernyataan mengejutkan bahwa Trump bersedia melakukan pertemuan langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei jika Teheran setuju membuka dialog tatap muka.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio dalam wawancara televisi di mana ia menegaskan bahwa negara-negara harus saling berinteraksi dan presiden yang dipimpinnya terbuka bertemu dengan siapa saja demi menyelesaikan masalah global.
Rubio menjelaskan "Saya dapat dengan yakin mengatakan bahwa jika Pemimpin Tertinggi Iran mengatakan besok bahwa dia ingin bertemu dengan Presiden AS, dia akan bertemu dengannya, bukan karena dia setuju dengan pandangannya, tetapi karena dia melihat ini sebagai cara untuk menyelesaikan masalah dunia."
Pernyataan Rubio muncul pasca-putaran pertama pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung tidak langsung di Muscat Oman pada 6 Februari 2026 dengan mediasi Kesultanan Oman.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa perundingan tersebut khusus membahas isu nuklir dan kemajuan hanya mungkin tercapai tanpa ancaman maupun tekanan dari pihak mana pun.
Berdasarkan hasil pembicaraan tidak langsung di Oman saat ini kedua belah pihak sedang mempersiapkan pertemuan langsung di Jenewa Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa mendatang.
Pernyataan Rubio terbilang kontras dengan ucapan Trump sehari sebelumnya pada Jumat di mana ia secara terbuka menyebut perubahan rezim di Iran sebagai hal terbaik yang bisa terjadi.
Trump menyampaikan pandangan tersebut setelah mengumumkan pengerahan kapal induk kedua AS ke Timur Tengah sebagai respons atas ancaman Teheran terkait konsekuensi jika program nuklir tidak disepakati.
Ketika ditanyai langsung mengenai keinginan perubahan rezim Trump menjawab "Itu tampaknya hal terbaik yang bisa terjadi."
Ia menambahkan bahwa selama empat puluh tujuh tahun Iran terus berbicara sementara AS kehilangan banyak nyawa akibat konflik terkait.
Ancaman tindakan militer dari Trump terhadap Iran telah disuarakan sejak munculnya protes besar-besaran di negara itu pada akhir Desember lalu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

