Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Sunan Kalijaga Prihatin Dugaan Mark Up Wakaf Al-Qur’an Taqy Malik: Minta Kemenag Usut Tuntas

 Sunan Kalijaga bereaksi setelah Taqy Malik kembali menjadi sorotan setelah terseret dalam dugaan kasus mark up harga pada program wakaf Al-Qur’an yang ia jalankan. (Tangkapan layar dari Instagram @salmafinasunan , @taqymalik)

Repelita Jakarta - Nama Taqy Malik kembali menjadi perbincangan publik setelah terseret dalam dugaan praktik mark up harga pada program wakaf Al-Qur’an yang selama ini dijalankannya.

Program yang semula dipandang sebagai amal keagamaan mulia kini berada di bawah sorotan tajam karena tuduhan adanya penggelembungan biaya.

Ini bukan kali pertama Taqy Malik menghadapi isu hukum sebab sebelumnya ia juga pernah dikaitkan dengan polemik sengketa tanah yang menimbulkan kecurigaan.

Dugaan mark up tersebut semakin ramai setelah pengacara kondang Sunan Kalijaga selaku mantan mertua angkat bicara secara terbuka.

Sunan Kalijaga menyatakan keprihatinan mendalam atas kabar yang beredar terkait pengelolaan dana wakaf tersebut.

Ia menekankan bahwa kegiatan berbasis keagamaan wajib dikelola dengan penuh transparansi profesionalisme serta akuntabilitas agar terhindar dari kontroversi berkepanjangan.

Menurutnya wakaf Al-Qur’an seharusnya mencerminkan nilai keikhlasan dan amanah bukan menjadi sarana mencari keuntungan.

Sunan Kalijaga mengatakan "Ya, yang pasti saya prihatin, ya. Saya prihatin dan semoga bisa segera diselesaikan, dituntaskan. Yang benar itu benar, yang salah itu salah. Begitu."

Ia menjelaskan pengalamannya selama umrah di Madinah di mana praktik wakaf mushaf dilakukan dengan membeli Al-Qur’an untuk disumbangkan ke masjid-masjid termasuk Masjid Nabawi tanpa unsur jual beli.

Sunan Kalijaga menyayangkan jika dugaan mark up benar terjadi terutama karena menyangkut sosok anak muda yang dikenal religius dan saleh.

Ia menyatakan "Nah, ini saya dengan tegas mengatakan saya sangat menyayangkan. Saya sangat menyayangkan."

Sunan Kalijaga berharap Kementerian Agama segera membentuk tim untuk mengusut tuntas perkara ini agar kebenaran dapat terungkap secara objektif dan adil.

Kronologi dugaan tersebut diungkap oleh Randy Permana seorang selebgram yang tinggal di Arab Saudi dan mengaku sahabat Taqy Malik.

Randy menjelaskan bahwa program wakaf dimulai pada tahun 2023 dengan pembelian mushaf langsung dari percetakan resmi di Madinah dengan harga pabrik sekitar 25 riyal per eksemplar.

Pada tahap awal pembelian mencapai ribuan eksemplar termasuk titipan amanah hampir tiga ribu mushaf dari donatur.

Namun pembelian dalam jumlah besar itu memicu perhatian otoritas keamanan sehingga aturan dibatasi dan pembelian massal dilarang bagi jemaah visa umrah.

Randy mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati termasuk menyarankan distribusi bertahap agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Pada tahun kedua program tetap dilanjutkan meski Randy menyarankan pembelian dicicil dalam jumlah kecil seperti lima puluh hingga seratus eksemplar per pengiriman ke masjid.

Randy juga menyinggung program sedekah makanan yang dibuka dengan harga Rp100.000 per boks padahal harga riil di Madinah berkisar Rp50.000-an sehingga menimbulkan selisih signifikan.

Situasi tersebut sempat membuat Taqy Malik dicari polisi hingga ia pindah ke apartemen yang lebih jauh dari area masjid.

Menurut Randy program serupa kembali dibuka menjelang Ramadan tahun ini meskipun ia telah mengirim pesan peringatan melalui DM namun tidak mendapat tanggapan bahkan diikuti dengan unfollow dan sindiran di story.

Randy menyatakan keputusannya mengungkap isu ini demi menjaga kenyamanan teman-teman yang bekerja di Tanah Suci serta mencegah dampak negatif dari praktik yang dianggap merugikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved