
Repelita Washington - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace perdana di Washington pada Kamis 19 Februari 2026.
Pertemuan tingkat kepala negara anggota BoP tersebut membahas nasib Jalur Gaza Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung tanpa henti.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh menegaskan kehadiran Indonesia dalam KTT BoP perdana harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperjuangkan perdamaian dunia khususnya kemerdekaan Palestina.
Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki mandat konstitusi untuk turut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Oleh Soleh menekankan bahwa dalam forum internasional tersebut Indonesia wajib secara tegas mendesak Israel menghentikan serangan militer ke Jalur Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa serta krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Ia juga menyerukan agar Indonesia mendorong Israel menghentikan aneksasi atau pencaplokan wilayah Tepi Barat Palestina sebagai dua isu mendasar yang harus menjadi perhatian serius dalam BoP.
Menurutnya jika serangan ke Gaza dan aneksasi di Tepi Barat terus berlanjut maka pembentukan Board of Peace menjadi tidak bermakna sama sekali.
Oleh Soleh bahkan menyatakan bahwa jika Israel tetap melanjutkan kebijakan yang dianggap sebagai penjajahan dan genosida maka negara tersebut tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian.
Ia menegaskan bahwa negara yang terus melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan prinsip perdamaian tidak pantas bergabung dalam forum seperti BoP.
Sebagai negara yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina Indonesia diharapkan memainkan peran strategis dan moral dalam KTT BoP perdana tersebut.
Peran tersebut bertujuan mendorong terwujudnya gencatan senjata permanen serta solusi damai yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

