Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Menkeu Purbaya Sidak Perusahaan Baja China yang Sebut Pejabat Indonesia Mudah Disogok, Tegaskan Era Suap Berakhir

Repelita Tangerang - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke sebuah perusahaan baja asal China di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kunjungan ini dilakukan untuk menanggapi anggapan dari perusahaan tersebut bahwa pejabat Indonesia mudah untuk disogok.

PT Power Steel Mandiri disebut mengklaim bahwa pada masa sebelumnya mereka dapat melancarkan bisnis dengan memberikan suap kepada aparat.

Purbaya menegaskan bahwa saat ini praktik seperti itu tidak lagi dapat dilakukan dan pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran.

Seluruh karyawan perusahaan telah berkomitmen untuk memperbaiki praktik bisnis mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun pemilik perusahaan masih akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban atas berbagai pelanggaran yang telah dilakukan.

Kerugian negara dari kasus penggelapan pajak yang melibatkan perusahaan ini diperkirakan mencapai lebih dari lima ratus miliar rupiah.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyebutkan terdapat dua perusahaan lain dengan kasus serupa yaitu PT PSI dan PT VPM.

Total kerugian negara sementara dari ketiga perusahaan tersebut diperkirakan sekitar lima ratus sepuluh miliar rupiah.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan penyelidikan yang lebih mendalam.

Ditjen Pajak akan menelusuri struktur kepemilikan perusahaan hingga ke tingkat pemegang saham untuk memastikan pertanggungjawaban hukum.

Modus yang digunakan adalah dengan melaporkan Surat Pemberitahuan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya tanpa memungut Pajak Pertambahan Nilai.

Mereka juga menggunakan rekening pribadi karyawan, pengurus, hingga pemegang saham untuk menyembunyikan omzet perusahaan.

Praktik penggelapan pajak ini dilakukan dalam rentang waktu antara tahun 2016 hingga tahun 2019.

Sementara itu di media sosial, seorang pegiat bernama Sarah Pandjaitan turut merespons isu praktik penyuapan ini.

Melalui akun X pada Jumat (6/2/2026), Sarah mempertanyakan apakah masyarakat pernah merasa terpaksa untuk melakukan penyuapan.

Ia juga menanyakan institusi mana saja yang telah menjadikan praktik sogok-menyogok sebagai suatu kebiasaan yang parah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved