Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kang Irvan Bongkar Narasi Menyesatkan: Ormat Bukan Sekadar Perusahaan AS, Akar dan Kontribusi Fiskalnya Masih Mengalir ke Israel

Repelita Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Maluku Utara.

Perusahaan tersebut tercatat sebagai afiliasi dari Ormat Technologies Inc yang berbasis di Amerika Serikat namun memiliki akar pendirian di Israel sejak tahun 1965.

Ormat Technologies Inc didirikan di Israel sebelum akhirnya memindahkan kantor pusat ke Nevada Amerika Serikat pada tahun 1980-an.

Meskipun status hukumnya kini terdaftar di Amerika Serikat Ormat tetap mempertahankan fasilitas produksi dan operasi signifikan di Israel.

Aktivitas bisnis di Israel tersebut menyebabkan kontribusi fiskal dan ekonomi terus mengalir ke negara tersebut melalui pajak serta penguatan sektor energi strategis.

Pendiri Ormat Technologies Yehudit dan Yehuda Bronicki dianugerahi Israel Prize for Industry atas kontribusi mereka dalam pengembangan teknologi panas bumi.

Penetapan pemenang proyek ini menuai sorotan karena narasi yang hanya menyebut Ormat sebagai perusahaan Amerika dianggap tidak utuh dan menyesatkan publik.

Kang Irvan Noviandana dalam analisisnya menekankan bahwa menyampaikan informasi hanya sampai status hukum di Amerika Serikat tanpa menjelaskan akar historis serta operasional di Israel merupakan penyajian yang parsial.

Menurutnya perusahaan multinasional tetap membayar pajak di negara tempat beroperasi serta memperkuat sektor vital di sana sehingga kontribusi fiskal tidak terputus meskipun kantor pusat berada di luar Israel.

Dalam konteks sensitivitas geopolitik Indonesia yang secara resmi mendukung perjuangan Palestina dan mengkritik kebijakan Israel kerja sama dengan perusahaan yang memiliki keterkaitan signifikan dengan Israel memerlukan penjelasan terbuka.

Kang Irvan menilai bahwa pemerintah tidak cukup hanya berlindung pada status hukum perusahaan sebagai entitas publik internasional tanpa memberikan transparansi penuh.

Ia menyerukan agar dilakukan kajian geopolitik yang dapat dipertanggungjawabkan serta penyampaian informasi secara lengkap kepada publik mengenai latar belakang historis dan operasional Ormat.

Pemerintah diharapkan tidak mengaburkan posisi politik luar negeri dengan pertimbangan ekonomi semata dalam setiap kerja sama strategis di sektor energi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved