Repelita Jakarta - Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden Willem Frans Ansanay mengungkapkan sikap mantan Presiden Joko Widodo terhadap kemungkinan putra sulungnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lagi dipasangkan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden tahun dua ribu dua puluh sembilan.
Willem Frans Ansanay menyatakan bahwa Joko Widodo menunjukkan sikap santai dan biasa saja meskipun wacana tersebut muncul di tengah pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru berjalan satu tahun.
Menurutnya Joko Widodo memandang bahwa setiap partai politik memiliki hak penuh untuk menentukan calon yang akan diusung dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden.
Kunjungan relawan Bara JP ke kediaman Joko Widodo di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Solo pada Jumat tanggal tiga belas Februari dua ribu dua puluh enam menjadi momen pengungkapan sikap tersebut.
Frans menjelaskan bahwa Joko Widodo tidak terlalu memusingkan isu tersebut dan menilai hal itu sebagai bagian wajar dari dinamika politik partai.
Ia menambahkan bahwa Joko Widodo menganggap wajar jika partai ingin mempromosikan kader terbaiknya termasuk ketua umumnya untuk menduduki posisi strategis dalam pemilu.
Willem Frans Ansanay juga menyatakan kekecewaan pihak relawan karena manuver sejumlah partai yang sudah terbuka menyatakan dukungan untuk Prabowo pada Pilpres dua ribu dua puluh sembilan terasa di luar ekspektasi.
Menurutnya relawan Bara JP semula mengharapkan partai koalisi lebih fokus menjalankan program pemerintahan Prabowo-Gibran terlebih dahulu sebelum membahas calon untuk periode berikutnya.
Beberapa partai politik telah secara terbuka menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto maju kembali sebagai calon presiden pada tahun dua ribu dua puluh sembilan.
Partai Amanat Nasional melalui Wakil Ketua Umum Eddy Soeparno memastikan dukungan penuh untuk Prabowo bahkan menyinggung kemungkinan Zulkifli Hasan sebagai calon wakil presiden pendampingnya sekitar awal Februari dua ribu dua puluh enam.
Eddy Soeparno menekankan bahwa tanpa adanya ambang batas pencalonan presiden partai memiliki peluang lebih besar mengusung kader terbaiknya sebagai calon wakil presiden.
Partai Kebangsaan Bangsa melalui Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo dan siap mendukungnya untuk dua periode meskipun belum membahas sosok pendamping.
Partai Golkar melalui Ketua Umum Bahlil Lahadalia menyebut Prabowo sebagai kader alumni partai yang terbaik sehingga tidak perlu mencari sosok lain pada Jumat tanggal lima Desember dua ribu dua puluh lima.
Partai Gerindra melalui Sekretaris Jenderal Sugiono mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap Prabowo untuk dua periode namun menegaskan belum membahas calon wakil presiden pada Jumat tanggal enam Februari dua ribu dua puluh enam.
Hingga saat ini hanya Partai Solidaritas Indonesia yang secara konsisten dan terang-terangan menyatakan keinginan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode termasuk Pilpres dua ribu dua puluh sembilan.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI Dedek Prayudi menyatakan sikap tersebut berasal dari instruksi langsung Joko Widodo yang belum berubah dan telah diamini seluruh struktur partai menjelang Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar pada tanggal dua puluh sembilan hingga tiga puluh satu Januari dua ribu dua puluh enam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

