Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran Geram: AS Berupaya Atur Aktivitas Militer Iran di Wilayah Sendiri.

 Iran Kecam Kehadiran Militer AS di Teluk Persia, Singgung Latihan Tembak di Selat Hormuz

Repelita Teheran - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan kritik pedas terhadap aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia pada hari Sabtu.

Menurutnya, Washington berupaya mengatur bagaimana Iran menjalankan operasi militernya, bahkan di wilayah yang berdekatan dengan perbatasan negara itu sendiri.

Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi menyoroti perbedaan geografis yang signifikan antara AS dan Iran.

Ia melampirkan peta yang menggambarkan posisi kedua negara, dengan penekanan pada Selat Hormuz, untuk menegaskan kedekatan jalur laut strategis tersebut dengan wilayah Iran.

Araghchi menyatakan bahwa kehadiran militer AS di perairan dekat Iran kini disertai dengan upaya untuk mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata Iran melaksanakan latihan menembak di wilayahnya sendiri.

Dia juga menyinggung sikap Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyerukan "profesionalisme" kepada militer Iran, sementara AS dan Uni Eropa secara bersamaan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Araghchi menggambarkan situasi ini sebagai absurditas dalam politik global saat ini, dan menambahkan bahwa beberapa negara Eropa memilih untuk mengikuti kebijakan Washington.

Ia menegaskan bahwa IRGC selama ini berperan sebagai penjaga perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia serta Selat Hormuz.

"Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri," tulisnya.

Dia juga menyatakan bahwa IRGC dikenal di kawasan sebagai kekuatan yang disegani, dengan rekam jejak dalam menghadapi kelompok teroris dan pasukan asing yang melakukan invasi.

"Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi," tambahnya.

Selain itu, Araghchi menekankan bahwa kebebasan navigasi dan keamanan pelayaran kapal-kapal dagang di Selat Hormuz sangat penting bagi Iran dan negara-negara di sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran kekuatan militer dari luar kawasan justru sering memicu eskalasi ketegangan, bukan meredakannya seperti yang sering diklaim.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di Teluk Persia dan memburuknya hubungan dengan Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran dan menyatakan bahwa Washington telah mengirim armada besar ke arah negara tersebut, bahkan lebih besar dibandingkan kekuatan yang pernah dikerahkan ke Venezuela.

Di sisi lain, Iran mengumumkan rencana untuk menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pada pekan depan, seiring meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran akan potensi serangan AS.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital dunia, karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved