
Repelita Jakarta - Kasus dugaan markup harga waqaf Alquran yang melibatkan nama Taqy Malik terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Dugaan tersebut pertama kali diungkap oleh seorang muthawif di Arab Saudi bernama Randy Permana melalui akun Instagram pribadinya @paparich666.
Randy Permana menuding Taqy Malik menawarkan program waqaf Alquran dengan harga yang jauh lebih tinggi dari nilai sebenarnya di pasar lokal Mekkah dan Madinah.
Menurut Randy Taqy diduga mematok harga per mushaf sekitar delapan puluh riyal atau setara Rp tiga ratus tiga puluh ribu rupiah.
Sementara harga asli mushaf Alquran di wilayah tersebut berkisar antara dua puluh hingga tiga puluh riyal atau sekitar Rp seratus dua puluh ribu hingga Rp dua ratus ribu rupiah.
Nggak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekkah Madinah seharga 80 riyal mau musim haji/ramadhan apapun kek tulis Randy Permana dikutip pada Minggu 15 Februari 2026.
Antum penyalur atau jualan wakaf? imbuhnya dalam postingan yang sama.
Puncak kontroversi terjadi ketika Taqy Malik mengumumkan keberhasilan programnya mengumpulkan waqaf hingga tiga ribu mushaf untuk disalurkan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Jumlah tersebut membuat sejumlah muthawif khawatir karena diduga melanggar aturan ketat pengelolaan waqaf di Arab Saudi.
Randy Permana mengungkapkan bahwa Taqy Malik telah banyak dilaporkan oleh rekan-rekan penyalur mushaf di Arab Saudi.
Ia bahkan menyatakan Taqy menjadi buron pihak kepolisian Madinah dan akan langsung ditangkap jika kembali ke wilayah tersebut tanpa negosiasi.
Kalau Taqy datang lagi ke Madinah bukti itu sudah ada semua. Teman-teman itu sudah banyak laporan ke polisi di Madinah. Insya Allah dia akan langsung ditangkap tak ada negosiasi kata Randy dikutip pada Minggu 15 Februari 2026.
Menurut Randy tindakan Taqy menyebabkan penyalur resmi kesulitan membeli mushaf karena stok terbatas akibat pembelian besar-besaran.
Ketika Taqy membuka itu masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah waqaf hampir 3 ribu mushaf. Belilah dia di sana ketika dia beli banyak sekali di sana selang beberapa minggu kita penyalur tidak bisa membeli lagi pungkasnya.
Akibat dugaan tersebut aturan pengadaan waqaf di Arab Saudi semakin diperketat sehingga berdampak pada penyalur lain yang beroperasi secara resmi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

