Repelita Solo - Seorang sekretaris jenderal organisasi relawan membuka suara terkait pertemuan penting yang telah berlangsung.
Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi, Muhammad Rahmad, memberikan penjelasan mengenai pertemuan yang terjadi.
Pertemuan tersebut melibatkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden ketujuh Republik Indonesia.
Ia menyebut bahwa pertemuan antara dua tersangka kasus tuduhan ijazah palsu dengan Jokowi berlangsung penuh haru.
“Sehubungan dengan pemberitaan media yang masif, dan banyaknya telepon, SMS dan WA yang kami terima, perlu kami sampaikan bahwa memang benar pada 8 Januari kemarin, hari Kamis, kami Muhammad Rahmad bersama Bapak Darmizal dari ReJo, mendampingi Bapak Eggi Sudjana beserta Bapak Damai Hari Lubis, dan pengacara Bapak Eggi Sudjana, Ibu Elida Netty, berkunjung ke kediaman Bapak Jokowi,” kata Muhammad Rahmad.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui pesan video yang dibagikan kepada awak media pada hari Jumat.
Tanggal pembagian video keterangan adalah 9 Januari 2026 sebagai klarifikasi atas berbagai pemberitaan.
Dia mengatakan bahwa pertemuan berjalan dengan sangat baik dan pihaknya disambut dengan sangat baik oleh Jokowi.
Dirinya berharap pertemuan tersebut dapat menjadi perekat bagi kesatuan bangsa di masa mendatang.
Diungkapkannya bahwa Eggi Sudjana menutup pertemuan dengan memimpin doa bersama.
Doa tersebut dipanjatkan untuk keselamatan Jokowi dan keluarganya agar tetap sehat dan sukses.
Permohonan juga disampaikan agar Jokowi dan keluarga selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Saat pertemuan berlangsung, tidak ada pengambilan foto maupun video dokumentasi.
Namun menurut kesaksiannya, pertemuan tersebut berlangsung sangat mengharukan bagi semua pihak yang hadir.
Karena pertemuan bersifat sangat terbatas dan tertutup, dirinya tidak sempat mendokumentasikan momen tersebut.
Muhammad Rahmad mengaku menyaksikan langsung bagaimana Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis berpelukan.
Pelukan dilakukan dengan sangat erat kepada Jokowi sebagai bentuk rekonsiliasi dan permohonan maaf.
“Kami yang menyaksikan turut berkaca-kaca. Pertemuan Pak Eggi Sudjana dan Pak Hari Damai Lubis dengan Pak Jokowi adalah pertemuan patriotik yang patut jadi suri tauladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Dia menambahkan bahwa Eggi Sudjana juga memberikan hadiah satu buku kepada Jokowi.
Buku tersebut telah disampaikan melalui dirinya pada tanggal 16 Desember 2025 sebelum pertemuan terjadi.
Sebagaimana diketahui, dua tersangka kasus tuduhan ijazah palsu menemui mantan Presiden Joko Widodo.
Pertemuan berlangsung di kota Solo pada hari Kamis tanggal 8 Januari 2026 pada sore hari.
Kedua tersangka tersebut adalah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebagai pihak yang melapor.
Keduanya datang didampingi oleh pengacaranya yang bernama Elida Netty sebagai pendamping hukum.
Turut hadir juga Ketua Umum Relawan Jokowi, HM Darmizal MS, dan Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi, Muhammad Rahmad.
Mereka hadir sebagai pendamping dan saksi dalam proses silaturahmi yang berlangsung tertutup tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

