Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Purnawirawan Israel Ungkap Rencana Kamp Pengungsian Rafah Berbasis Pengawasan Ketat dan Teknologi Pengenal Wajah

All Eyes on Rafah: Di balik unggahan yang dibagikan lebih dari 47 juta  orang di Instagram - BBC News Indonesia

Repelita Yerusalem - Seorang perwira tinggi purnawirawan Israel mengungkapkan rencana pembangunan kamp pengungsian berskala besar di wilayah Rafah, Gaza Selatan.

Brigadir Jenderal Purnawirawan Amir Avivi menyatakan bahwa lahan di daerah tersebut telah dibersihkan untuk keperluan pembangunan infrastruktur kemanusiaan.

Avivi yang merupakan pendiri Forum Pertahanan dan Keamanan Israel menyampaikan rencana ini dalam sebuah wawancara dengan kantor berita internasional.

Menurut penjelasannya, kamp yang direncanakan tersebut berpotensi dilengkapi dengan sistem teknologi pengawasan mutakhir di setiap pintu masuknya.

Teknologi yang dimaksud termasuk sistem pengenalan wajah untuk memantau pergerakan penghuni kamp secara ketat.

Rencana ini muncul dalam konteks persiapan pembukaan kembali penyeberangan perbatasan Rafah secara terbatas.

Pembukaan penyeberangan ini merupakan salah satu persyaratan utama dalam proposal perdamaian yang diajukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Avivi menegaskan bahwa dirinya tidak berbicara atas nama Angkatan Pertahanan Israel yang secara resmi menolak memberikan komentar terkait rencana tersebut.

Kantor Perdana Menteri Israel juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai rencana pembangunan kamp pengungsian di wilayah Rafah.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan kamp merupakan area yang sebelumnya telah dibersihkan dari jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas.

Desain kamp akan mencakup pintu masuk dan keluar yang diawasi secara ketat oleh personel keamanan Israel.

Kamp tersebut ditujukan untuk menampung warga Palestina yang ingin meninggalkan Gaza menuju Mesir maupun mereka yang memilih untuk tetap tinggal.

Avivi mengklaim bahwa saat ini hampir tidak ada warga Gaza yang masih bermukim di kawasan Rafah setelah konflik berlangsung.

Wilayah tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel sejak gencatan senjata bulan Oktober lalu.

Sebagian besar penduduk Palestina dilaporkan telah mengungsi ke wilayah lain yang masih dikuasai oleh kelompok Hamas.

Menurut Avivi, pembangunan infrastruktur yang memadai di Rafah sangat diperlukan untuk menampung warga Palestina.

Struktur kamp direncanakan mampu menampung ratusan ribu orang dengan sistem administrasi yang terorganisir.

Pemeriksaan identitas secara ketat akan diterapkan terhadap setiap individu yang memasuki kawasan kamp tersebut.

Media lokal Israel melaporkan bahwa Menteri Pertahanan pernah mengungkapkan rencana serupa untuk membangun area kemanusiaan baru.

Rencana tersebut mencakup pembangunan fasilitas yang dapat menampung setidaknya enam ratus ribu warga Palestina.

Area yang dibangun diharapkan dapat terbebas sepenuhnya dari pengaruh dan kontrol kelompok Hamas.

Wacana ini muncul di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan emigrasi warga Palestina dari Gaza.

Pejabat Israel sebelumnya telah menyatakan keinginan untuk mendorong warga Gaza beremigrasi meski membantah adanya pemindahan paksa.

Isu pemindahan penduduk secara paksa merupakan topik yang sangat sensitif bagi masyarakat Palestina.

Rencana pembangunan kamp ini diprediksi akan menjadi bagian dari upaya penataan ulang demografi di wilayah Gaza.

Implementasi rencana ini masih menunggu keputusan politik dari pemerintah Israel dan tanggapan dari komunitas internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved