Repelita Jakarta - Mantan diplomat Dino Patti Djalal mengkritik penjelasan Menteri Luar Negeri Sugiono mengenai keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Amerika Serikat.
Dino Patti Djalal menyampaikan rasa terima kasih atas penjelasan yang diberikan Menlu Sugiono namun menilai uraian tersebut masih terlalu abstrak dan bersifat normatif terhadap isu yang sangat kontroversial rumit serta penuh risiko.
Menurut Dino penjelasan yang diberikan belum cukup mendalam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial yang seharusnya diketahui masyarakat Indonesia.
Ia menegaskan bahwa sebagai negosiator utama Indonesia di Dewan Perdamaian Menlu Sugiono perlu memberikan uraian yang lebih gamblang dan terperinci.
Dino Patti Djalal menyoroti perlunya penjelasan mengenai hak serta kewajiban Indonesia sebagai anggota dalam badan tersebut.
Ia juga mempertanyakan jaminan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengambil keuntungan sepihak dari keberadaan Dewan Perdamaian ini.
Pertanyaan lain yang diajukan Dino adalah apakah ada jaminan kuat terhadap implementasi solusi dua negara dalam penyelesaian konflik.
Dino ingin diketahui mekanisme penyelesaian jika terjadi perbedaan pendapat di antara para anggota Dewan Perdamaian.
Ia khawatir anggota Dewan termasuk Indonesia dapat diposisikan sebagai bawahan atau anak buah dari inisiator yaitu Donald Trump.
Dino Patti Djalal menambahkan pertanyaan mengenai sikap Indonesia terhadap Israel serta alasan mengapa negara harus membayar iuran sebagai anggota tetap badan tersebut.
Menurutnya masyarakat Indonesia berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan terbuka terkait seluruh poin-poin tersebut agar tidak timbul keraguan atau salah paham.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

