Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Pertemuan Prabowo dengan 1.200 Guru Besar Picu Tanda Tanya, Rocky Gerung Kritik: "Tak Ada yang Berani Bertanya"

 

Repelita [Jakarta] - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan seribu dua ratus guru besar dan rektor perguruan tinggi menimbulkan berbagai pertanyaan publik terkait substansi dan hasil pembahasan yang dilakukan.

Agenda yang berlangsung secara tertutup di Istana Negara tersebut secara resmi bertujuan menyelaraskan peran dunia akademik dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Surat undangan resmi menjelaskan bahwa fokus utama pertemuan adalah penguatan sumber daya manusia, pendidikan tinggi, serta pengembangan sains dan penelitian.

Pemerintah menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Aspek menarik yang menimbulkan tafsir adalah permintaan khusus presiden agar setiap rektor didampingi tiga dekan dari bidang sosial dan humaniora.

Penekanan pada bidang keilmuan tersebut memicu beragam interpretasi mengenai arah kebijakan pemerintah ke depan.

Minimnya penjelasan resmi mengenai hasil dialog memunculkan kritik dari berbagai kalangan akademisi dan pengamat kebijakan publik.

Rocky Gerung secara terbuka mempertanyakan substansi dan kontribusi nyata dari pertemuan besar yang melibatkan ratusan akademisi tersebut.

Ia menyatakan keinginannya untuk mengetahui isi pembahasan dan hasil konkret dari pertemuan tertutup tersebut.

Rocky Gerung menilai pertemuan itu justru mengungkapkan kurangnya sikap kritis dari para guru besar yang hadir dalam forum tersebut.

Ia menyindir bahwa tidak ada seorang pun akademisi yang berani mengajukan pertanyaan substantif langsung kepada presiden.

Isu yang menurutnya seharusnya dibahas adalah pengalihan anggaran pendidikan dan penelitian untuk mendukung program bantuan makanan bergizi.

Rocky Gerung mempertanyakan masa depan penelitian ilmiah jika dana pendidikan dialihkan ke program-program non-akademik.

Sindirannya semakin tajam dengan menyatakan bahwa pertemuan besar tersebut tidak menghasilkan diskursus bermakna jika isu strategis diabaikan.

Kehadiran ratusan guru besar seharusnya menjadi kekuatan intelektual untuk mengkritisi dan menguji kebijakan pemerintah secara objektif.

Hingga saat ini, Istana Negara belum merilis penjelasan rinci mengenai poin-poin kesepakatan atau rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Ketiadaan informasi detail ini memicu spekulasi publik mengenai arah kebijakan pendidikan tinggi dan penelitian di bawah pemerintahan saat ini.

Pertemuan ini menjadi sorotan karena dianggap sebagai ujian awal hubungan antara pemerintah dengan komunitas akademik di Indonesia.

Masyarakat menantikan tindak lanjut konkret yang berpihak pada penguatan penelitian, pendidikan tinggi, dan kebebasan akademik.

Diharapkan dialog antara pemerintah dan akademisi dapat menghasilkan kebijakan yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved