Repelita [Pangkep, Sulawesi Selatan] - Tim Disaster Victim Identification dari bidang kedokteran dan kesehatan kepolisian daerah Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi korban kedua dalam kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport.
Korban tersebut merupakan seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono yang akrab disapa Olen oleh keluarga dan rekan-rekannya.
Jenazah telah dievakuasi dari kawasan Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep setelah proses pencarian yang panjang dan menantang.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai ahli forensik.
Tim tersebut menerima kantong jenazah dari Badan SAR Nasional pada Selasa malam tanggal 20 Januari 2026 dan segera memulai proses identifikasi.
Identifikasi berhasil dilakukan melalui metode ilmiah dengan mencocokkan data pascakematian dan data sebelum kematian.
Proses pencocokan melibatkan analisis sidik jari, data gigi, barang milik pribadi, serta ciri-ciri medis dan fisik yang dimiliki korban.
Kepala bidang tersebut menyatakan bahwa jenazah dengan kode tertentu sesuai dengan data identitas Florencia Lolita Wibisono.
Korban diketahui berusia tiga puluh tiga tahun dan bertempat tinggal di wilayah Jakarta Timur sebelum menjalani tugas sebagai pramugari.
Berbagai metode ilmiah diterapkan untuk memastikan akurasi identitas sebelum pengumuman resmi diberikan kepada keluarga.
Florencia merupakan korban kedua yang berhasil dievakuasi ke posko darurat yang berlokasi di Desa Tompo Bulu.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul sebelas pagi waktu setempat dan proses evakuasi memakan waktu beberapa jam.
Jenazah tiba di posko darurat sekitar pukul delapan malam sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabar identifikasi korban disambut dengan duka mendalam oleh seluruh anggota keluarga yang telah menunggu dengan harap-harap cemas.
Saudara kandung korban menyampaikan pesan duka melalui unggahan di platform media sosial yang menyentuh hati banyak pihak.
Keluarga mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat dalam atas berpulangnya anggota keluarga yang sangat mereka kasihi.
Berbagai pertanyaan yang belum terjawab dan air mata yang tak terbendung menjadi bagian dari proses berduka yang mereka jalani.
Meski hati sedang remuk redam, keluarga memilih untuk tetap percaya dan menyerahkan segala sesuatunya kepada kekuatan yang lebih tinggi.
Mereka meyakini bahwa hanya kepada Sang Pencipta mereka dapat membawa segala cinta, kehilangan, dan kesedihan yang tengah dirasakan.
Keluarga mempercayai bahwa Florencia kini berada di tempat terbaik di bawah lindungan dan kasih sayang ilahi.
Pesan penghormatan terakhir disampaikan untuk sosok pramugari yang dianggap sebagai anugerah dalam kehidupan keluarga.
Keluarga juga mengucapkan terima kasih atas segala doa dan dukungan yang telah diberikan oleh berbagai pihak selama masa sulit ini.
Mereka memohon agar doa dan perhatian juga terus dilanjutkan untuk korban lain yang belum ditemukan dan semua pihak yang terlibat.
Kekuatan dan ketabahan dari Yang Maha Kuasa diharapkan dapat menyertai semua keluarga korban dan tim penanganan bencana.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

