Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Ketua OSIS SMKN 3 Tanjab Timur Minta Maaf atas Pengeroyokan Guru, Tapi Sebut Oknum Guru Sering Menindas Siswa

 Sosok Agus Saputra, guru yang jadi korban aksi pengeroyokan. (TikTok/ jambi_one)

Repelita [Tanjung Jabung Timur] - Agus Saputra memberikan penjelasan terkait insiden pengeroyokan yang melibatkan dirinya sebagai guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.

Saat mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, dia menyatakan bahwa dirinya telah menjadi korban dari tindakan kekerasan dan perundungan oleh para siswa.

Dia mengakui telah memberikan tamparan kepada salah seorang siswa sebagai reaksi spontan setelah mendengar ucapan tidak pantas yang dialamatkan kepadanya.

Namun, pernyataan yang berbeda justru disampaikan oleh Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.

Perbedaan versi tersebut diketahui dari sebuah unggahan yang dibagikan melalui akun TikTok dengan identitas @cerita.jambi pada tanggal 14 Januari 2026.

Dalam unggahan tersebut, tampak sebuah video permintaan maaf yang disampaikan oleh Ketua OSIS dengan durasi empat puluh tiga detik.

Ketua OSIS tersebut menyampaikan permohonan maaf terkait tersebarnya rekaman video insiden pengeroyokan yang melibatkan guru.

“Ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat dalam masalah ini dan tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas tindakan kekerasan yang telah terjadi.

Menurut pengakuannya, Agus Saputra telah lama tidak disukai oleh para siswa karena sering melakukan tindakan yang dianggap sebagai bentuk penindasan.

“Saya juga minta maaf karena hal tersebut terjadi karena oknum tersebut sering menindas kami di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ketua OSIS tersebut menyampaikan permintaan agar Agus Saputra segera dipindahkan dari sekolah.

Dia dan para siswa lainnya merasa tidak nyaman dengan keberadaan Agus Saputra sebagai pengajar di lingkungan sekolah mereka.

“Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain karena kami merasa tidak nyaman jika beliau masih ada di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur,” tandasnya.

Video permohonan maaf dari Ketua OSIS tersebut dengan cepat menjadi perbincangan dan tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna media sosial yang memberikan tanggapan dan komentar terkait insiden pengeroyokan terhadap guru tersebut.

Akun dengan identitas @ayah siaga memberikan komentar yang meminta kejelasan mengenai bentuk penindasan yang dimaksud.

“Alasannya itu yang jelas, kata-kata guru yang menindas seperti apa?

Dan perkataan seperti apa, biar netizen tahu bukan ngomong sepihak jadinya gaduh,” ujar akun tersebut.

Sementara itu, akun dengan identitas @floor mattress memberikan pertanyaan mengenai motivasi di balik permintaan maaf tersebut.

“Permintaan maaf atau emang benci gurunya?,” tanya akun tersebut.

Akun dengan identitas @fajarkartikamancing memberikan pandangan yang menekankan pentingnya penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

“Memang mungkin ada dendam lama dan banyak terpendam terhadap guru itu oleh sejumlah siswa.

Makannya siswa pada ngeroyok guru itu, tapi ini di dunia pendidikan adik-adik, perlu diselesaikan dengan yang lebih bijak dan tanpa kekerasan.

Saya juga pernah muda, pernah bertentangan dengan guru-guruku dulu.

Tapi selesaikan dengan lebih bijak,” ungkap akun tersebut.

Akun dengan identitas @TikTok Live memberikan komentar yang menyoroti durasi penjelasan dari Ketua OSIS.

“Lama banget karena?

Lagi mikir mencari kesalahan guru,” tandas akun tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved