
Repelita Jakarta - Seorang warganet bernama Daniel Hananya Sinaga menduga kasus keracunan makanan di beberapa dapur Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari persaingan bisnis antar pengelola.
Menurutnya ada pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan kompetitor agar memperoleh jatah pengelolaan dapur MBG lebih banyak karena model bisnisnya dianggap stabil dan menguntungkan.
Ia menyatakan heran ketika sebelumnya ada pihak yang dengan tegas mengklaim bahwa dapur yang dikelola oleh Nganu tidak pernah mengalami kasus keracunan sama sekali.
Daniel mempertanyakan mengapa Nganu yang bukan bergerak di bidang katering justru tidak pernah tersandung kasus keracunan sementara dapur lain yang dikelola swasta kerap melaporkan insiden serupa.
Ia menduga pernyataan tersebut mungkin bermotif agar Nganu bisa mendapatkan alokasi pengelolaan dapur MBG lebih besar lagi.
Pernyataan Daniel Hananya Sinaga ini menjadi sorotan karena mencerminkan spekulasi publik terkait transparansi dan persaingan di balik program MBG.
Editor: 91224 R-ID Elok

