Repelita Jakarta - Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dikritik tajam karena dianggap terjebak dalam tipu daya politik setelah pertemuan rahasia mereka dengan mantan Presiden Joko Widodo di Solo bocor ke publik dan memicu tuduhan pengkhianatan terhadap perjuangan kelompoknya.
Menurut pendapat Ahmad Khozinudin SH salah satu kesalahan paling fatal yang dilakukan keduanya adalah mengikat komitmen dengan Jokowi yang disebut sebagai sosok pembohong pengecut dan licik sehingga menipu Eggi Sudjana serta Damai Hari Lubis bagi Jokowi terasa mudah seperti melahap bubur dalam satu sendokan.
Ahmad Khozinudin meyakini bahwa desain pembocoran pertemuan bukan bagian dari kesepakatan melainkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sengaja mengunci rapat tersebut agar tidak diketahui publik termasuk rekan-rekan di Tim Pembela Ulama dan Aktivis.
Indikasi pertama terlihat dari kenyataan bahwa keduanya tidak pernah membahas rencana kunjungan ke Solo dengan anggota TPUA lainnya bahkan beberapa anggota yang istiqamah seperti Rizal Fadillah Kurnia Tri Royani serta Azam Khan kemudian dipecat dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.
Tindakan menyembunyikan agenda ini menunjukkan keyakinan mereka bahwa bertemu Jokowi merupakan aib dan pengkhianatan besar yang pasti tidak akan disetujui jika dibahas dalam rapat sebelum keberangkatan.
Indikasi kedua adalah kedatangan mereka yang bersifat sembunyi-sembunyi mengendap-endap serta menghindari kamera padahal biasanya keduanya sangat gemar tampil di depan media dengan pidato agitatif yang menyala-nyala.
Cara berkunjung seperti itu juga mencerminkan pemahaman mereka bahwa kunjungan ke Solo merupakan tindakan memalukan yang akan menuai kecaman dari aktivis dan rakyat jika terungkap.
Indikasi ketiga pasca pertemuan keduanya tetap bungkam tidak membuka suara sama sekali meskipun untuk agenda lain mereka sering menggelar konferensi pers sehingga mempertahankan mode senyap total.
Keduanya telah mensyaratkan tidak ada dokumentasi maupun publikasi atas pertemuan tersebut sebelum berangkat ke Solo berdasarkan kesepakatan kerahasiaan yang mereka yakini.
Namun pertemuan itu segera bocor melalui Kompol Syarif selaku ajudan Jokowi yang mengabarkan kedatangan secara ringan kemudian detail isi pertemuan diungkap oleh relawan Jokowi termasuk saling memaafkan berpelukan hingga doa yang dipanjatkan Eggi Sudjana.
Target pembocoran jelas untuk memecah belah pejuang yang membongkar isu ijazah Jokowi sekaligus merusak citra Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di mata publik.
Publik pun ramai mayoritas menghardik pertemuan tersebut sementara buzzer Jokowi memujinya sebagai silaturahmi sehingga strategi pecah belah berhasil dimainkan untuk menghindari kasus masuk persidangan.
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang masih berstatus tersangka tampak terkejut dengan kebocoran itu kemudian sibuk membuat klarifikasi melalui video singkat serta melakukan pemecatan anggota TPUA.
Jokowi kemudian menggelar konferensi pers yang membenarkan pertemuan tersebut meskipun secara lahir memuji keduanya namun secara esensi memperkuat narasi pengkhianatan sehingga posisi mereka semakin rusak.
Ahmad Khozinudin menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci kemenangan perjuangan sementara target Jokowi membusukkan keduanya tercapai meskipun perjuangan membongkar ijazah palsu tetap milik seluruh rakyat bukan hanya Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Penulis juga mengingatkan agar tidak ada lagi yang mencoba berdamai atau membuat kesepakatan dengan Jokowi mengingat tangan Jokowi disebut berlumuran darah dari berbagai tragedi nasional sehingga posisi keduanya dianggap sudah tamat dan perlu segera bertaubat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

