Repelita [Jakarta] - Mantan Kapolrestabes Semarang Brigadir Jenderal Polisi Irwan Anwar menjadi sorotan dalam pertunjukan spesial komika Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea. Pandji menyoroti kasus penembakan terhadap siswa SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy yang terjadi sebelumnya dengan menyebut adanya ketidaksesuaian pernyataan.
Dalam pertunjukan yang digelar di Indonesia Arena Senayan pada 30 Agustus 2025 tersebut, Pandji menyatakan bahwa Gamma tidak hanya kehilangan nyawa tetapi juga namanya difitnah setelah kematiannya. Dia menegaskan bahwa berdasarkan rekaman kamera pengawas yang muncul belakangan, tidak ada bukti Gamma terlibat dalam tawuran seperti yang disampaikan pihak kepolisian awal.
Pandji mengungkapkan bahwa Irwan Anwar selaku Kapolrestabes Semarang saat itu menggelar konferensi pers dengan menunjukkan senjata-senjata yang diklaim sebagai barang bukti tawuran. Dalam jumpa pers tersebut, Irwan Anwar terlihat memegang pedang samurai sambil menyatakan bahwa penembakan dilakukan untuk melerai perkelahian antar kelompok.
Fakta yang kemudian terungkap justru menunjukkan rekaman kamera pengawas yang membuktikan Gamma dan temannya hanya melintas tanpa membawa senjata apapun sebelum insiden penembakan terjadi. Pandji secara tegas menyatakan bahwa pernyataan Kapolrestabes Semarang pada waktu itu tidak sesuai dengan bukti visual yang ada.
Komika tersebut kemudian secara konsisten mengunggah foto Irwan Anwar yang memegang samurai dalam jumpa pers tersebut melalui akun media sosialnya setiap hari. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk permintaan kejelasan terhadap kasus kematian Gamma yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.
Irwan Anwar sendiri telah mengalami peningkatan karir dengan kenaikan pangkat dari Komisaris Besar menjadi Brigadir Jenderal pada akhir Desember 2025. Mutasi jabatan terbarunya adalah sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Perwira tinggi Polri kelahiran Makassar 17 Februari 1972 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 yang seangkatan dengan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Sepanjang kariernya, Irwan Anwar telah menduduki berbagai posisi strategis termasuk sebagai Kapolres Madiun pada 2011 dan Wakapolres Metro Depok pada 2013.
Jabatan penting lainnya yang pernah diembannya adalah Kepala Sekolah Polisi Negara Lido Polda Metro Jaya pada 2016, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat pada 2017, serta Kapolrestabes Makassar di tahun yang sama. Pengalaman panjangnya di berbagai posisi kepolisian ini menjadi bagian dari perjalanan karir menuju puncak hierarki institusi.
Kasus penembakan Gamma hingga kini masih menjadi perhatian publik dengan berbagai pertanyaan yang belum terjawab tuntas. Penggunaan media komedi untuk menyoroti kasus ini menunjukkan bagaimana isu penegakan hukum dapat diangkat melalui berbagai bentuk ekspresi seni dan kritik sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

