
Repelita Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan rotasi sejumlah perwira tinggi hingga menengah di lingkungan Polri.
Posisi strategis Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri mengalami pergantian pejabat sesuai keputusan mutasi tersebut.
Perubahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 yang diterbitkan pada 15 Januari 2026.
Berdasarkan surat tersebut, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kadiv Humas Polri.
Ia menggantikan Irjen Sandi Nugroho yang ditunjuk untuk menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengkonfirmasi kebenaran informasi mutasi ini.
“Benar,” ujar Trunoyudo saat dimintai konfirmasi oleh wartawan pada hari Sabtu tanggal 24 Januari 2026.
Irjen Johnny Eddizon Isir lahir di Jayapura, Papua pada tanggal 7 Juni 1975 dengan latar belakang Papua.
Ia merupakan perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal Polisi atau setara dengan jenderal bintang dua.
Johnny merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1996 dengan prestasi yang membanggakan.
Kariernya dimulai sebagai Pamapta Polres Dili di Timor Timur pada periode 1997 hingga 1998.
Selanjutnya ia menjabat sebagai Kasat Serse Polres Maliana di Timor Timur antara tahun 1998 dan 1999.
Pada tahun 1999, ia dipercaya memegang posisi Kasat Sabhara Polres Dili di wilayah yang sama.
Tahun 1999 hingga 2000, Johnny bertugas sebagai KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jawa Timur.
Ia kemudian dipercaya sebagai Kanit Res Intel Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara untuk periode tertentu.
Pada tahun 2003 hingga 2005, Johnny menjabat Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan dengan tanggung jawab baru.
Tahun 2007 hingga 2008, ia memegang posisi Kanit I Sat II Ekonomi Ditreskrim Polda Jawa Timur.
Kariernya berlanjut sebagai Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya pada periode 2008 sampai 2009.
Tahun 2009 hingga 2010, ia menjabat Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jawa Timur dengan tugas yang lebih luas.
Pada periode 2010 sampai 2011, Johnny bertugas sebagai Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jawa Timur.
Tahun 2011 hingga 2012, ia menjabat Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jawa Timur.
Johnny kemudian mendapat penugasan di wilayah Papua sebagai Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua.
Penugasan tersebut berlangsung antara tahun 2012 sampai 2013 dengan wilayah kerja yang berbeda.
Tahun 2013 hingga 2014, ia dipercaya menjabat Kapolres Jayawijaya dengan tanggung jawab strategis.
Pada periode 2014 sampai 2016, Johnny memegang jabatan Kapolres Manokwari di wilayah Papua Barat.
Tahun 2016, ia dipercaya sebagai Wadirreskrimum Polda Banten sekaligus Dosen Utama STIK PTIK.
Setahun kemudian yaitu pada 2017, Johnny menjabat Dirreskrimsus Polda Riau dengan tanggung jawab baru.
Pada tahun yang sama, Johnny ditunjuk sebagai Ajudan Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.
Tahun 2019, ia menjabat Irbidjemensdm II Itwil V Itwasum Polri dengan lingkup tugas nasional.
Masih pada tahun 2019, Johnny ditugaskan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri.
Tahun 2019 hingga 2020, ia dipercaya memegang jabatan Kapolrestabes Medan dengan wilayah kerja luas.
Pada periode 2020 sampai 2021, Johnny memimpin Polrestabes Surabaya dengan tantangan yang berbeda.
Tahun 2021 hingga 2023, ia menjabat Wakapolda Sulawesi Utara dengan tanggung jawab regional.
Pada tahun 2023, Johnny ditugaskan sebagai Karojianstra Sops Polri di tingkat markas besar.
Sebelum menjadi Kadiv Humas, ia menjabat Kapolda Papua Barat dengan wilayah kerja yang strategis.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

