Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Alumni UGM Datangi Rumah Jokowi, Tekankan Konsistensi Pernyataan dan Dorong Penyelesaian Dugaan Ijazah Lewat Jalur Hukum, Jangan Ada Maaf

 

Repelita Solo - Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Cabang Cirebon bersama rombongan kembali mendatangi rumah mantan Presiden Joko Widodo di Solo pada Selasa, 27 Januari 2026. Pertemuan tersebut turut membahas persoalan seputar dokumen ijazah yang belakangan menjadi perhatian publik. Dalam kesempatan itu, disampaikan poin-poin penting mengenai pentingnya menjaga konsistensi atas berbagai pernyataan yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Ditekankan bahwa langkah hukum harus ditempuh secara konsekuen sebagai penyelesaian yang paling tepat terkait dugaan penghinaan yang terjadi. Diingatkan pula agar tidak mudah memberikan pengampunan terhadap pihak-pihak yang terlibat, mengingat kompleksitas proses hukum yang sedang berjalan. Posisi sebagai pimpinan organisasi alumni dinyatakan hanya mendorong terciptanya kepastian hukum melalui proses yang transparan dan berkeadilan.

Semua pihak yang berperkara diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi tahapan persidangan mendatang. Proses hukum harus dijalankan sepenuhnya tanpa adanya pengecualian atau intervensi dari mana pun, sehingga kebenaran dapat diungkap secara objektif. Hal ini dianggap sebagai prinsip dasar untuk menegakkan kedaulatan hukum di tengah masyarakat.

Pada hari yang sama, terlihat aktivitas lain di Polda Metro Jaya dengan kehadiran seorang akademisi yang memberikan kesaksian sebagai ahli. Kehadirannya diklaim semata-mata untuk memberikan penjelasan metodologis terkait proses penelitian dan cara berpikir ilmiah, tanpa bermaksud mempengaruhi posisi hukum para tersangka. Dijelaskan bahwa rasa ingin tahu dan sikap skeptis merupakan bagian mendasar dari perkembangan ilmu pengetahuan.

Disebutkan bahwa dalam dunia akademik, perbedaan pendapat dan debat intelektual adalah hal yang wajar dan justru diperlukan. Konflik pemikiran dianggap sebagai motor penggerak kemajuan sains serta pencarian kebenaran yang lebih mendalam. Proses hukum dan metodologi penelitian dipandang sebagai dua domain yang memiliki logika serta parameter evaluasi yang berbeda satu sama lain.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved