:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/sosok-arman-temukan-korban-pesawat-kecelakaan-di-gunung-bulusaraung.jpg)
Repelita Pangkep - Setelah sempat terhenti karena cuaca ekstrem proses evakuasi salah satu jasad korban pesawat ATR 42-500 kembali dilanjutkan pada Senin pagi 19 Januari 2026.
Proses tersebut dipimpin oleh Arman berusia tiga puluh delapan tahun warga setempat yang pertama kali menemukan jasad korban pada Minggu kemarin.
Arman bersama dua rekannya sebagai sukarelawan berhasil menemukan jasad tersebut di lereng Gunung Bulusaraung sebelum melaporkannya kepada Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan penyisiran.
Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menyatakan bahwa pemilihan Arman sebagai pemimpin regu evakuasi ditetapkan melalui rapat evaluasi bersama Tim SAR Gabungan.
Kemudian tim pak Arman ini kan kenapa beliau dipilih memimpin evakuasi karena beliau itu kan orang yang menguasai medan ujar Andre kepada awak media di posko AJU Desa Tompo Bulu Kecamatan Balocci pada Minggu malam.
Andre menjelaskan bahwa Arman tidak hanya menguasai medan tetapi juga mengetahui jalur yang lebih mudah dan tidak ekstrem untuk mencapai lokasi penemuan korban.
Sehingga diharapkan beliau itu punya jalan yang tidak ekstrem atau yang memudahkan tim ucapnya.
Dalam operasi evakuasi Arman akan memimpin sedikitnya tiga puluh personel gabungan yang jumlahnya bisa bertambah atau berkurang tergantung situasi.
Ada tiga puluh kalau tidak salah itu bisa bertambah dan berkurang tergantung situasi terangnya.
Rencananya setelah apel pagi pukul tujuh pagi waktu Indonesia bagian tengah tim gabungan akan langsung bergerak ke lereng gunung sambil terus mencari keberadaan korban lainnya.
Kita berharap besok pukul tujuh Wita sudah bergerak tergantung juga cuaca yah tandasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

