
Repelita Jakarta - Politikus Partai Solidaritas Indonesia Ade Armando semakin meyakini adanya keterlibatan Partai Demokrat dalam berbagai langkah yang ditempuh oleh Roy Suryo dan kawan-kawan terkait kasus dugaan ijazah Presiden Joko Widodo. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara yang dikutip media pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2026.
Ade Armando menilai bahwa rangkaian manuver yang dilakukan Partai Demokrat belakangan ini justru semakin memperkuat dugaan tentang keterlibatan langsung partai tersebut. Menurutnya, ada upaya sistematis yang bertujuan untuk menjatuhkan integritas dan popularitas Presiden Joko Widodo melalui berbagai saluran.
“Apa yang dilakukan ini oleh Demokrat sekarang menunjukkan bahwa Partai Demokrat kelihatannya memang berjalan bersama Roy Suryo dalam rangka menjatuhkan integritas, popularitas Pak Jokowi,” kata Ade Armando.
Dia menyebut bahwa sikap yang ditunjukkan Partai Demokrat dalam menangani sejumlah kasus yang melibatkan pihak lain merupakan tindakan yang tidak pantas. Etika politik dinilainya tercoreng oleh berbagai langkah yang diambil oleh partai berlambang bintang mercy tersebut.
Ade Armando bahkan menyatakan bahwa Partai Demokrat seharusnya merasa malu atas berbagai tindakan yang telah dilakukan. Dia mengkritik keras pendekatan partai tersebut dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
“Sebagaimana dikatakan Partai Demokrat layak malu ya melakukan apa yang mereka lakukan,” sebutnya.
Persoalan terkait istri Sudirowi Budius juga disinggung oleh Ade Armando sebagai contoh perlakuan tidak adil dari Partai Demokrat. Dia menegaskan bahwa sosok perempuan tersebut menjadi sasaran tuduhan tanpa dasar yang jelas dan proporsional.
Dia menyayangkan perlakuan Partai Demokrat terhadap seorang perempuan yang menurutnya tidak melakukan kesalahan apa pun. Meskipun pihak yang bersangkutan telah berupaya memenuhi permintaan klarifikasi, namun somasi tetap terus dilayangkan secara berulang.
“Seorang yang sebetulnya tidak melakukan kesalahan apapun, tapi dituduh macam-macam, Budius sendiri sudah berusaha mengklarifikasinya,” Ade menuturkan.
“Berusaha memenuhi permintaan dari Partai Demokrat, tapi kemudian masih terkena somasi berulang kali,” tambahnya.
Menurut analisis Ade Armando, tindakan-tindakan seperti ini semakin memperkuat dugaan bahwa Partai Demokrat memang berada di belakang atau bekerja sama dengan Roy Suryo. Dia mengingatkan bahwa Roy Suryo sendiri memiliki hubungan historis dengan partai tersebut sebagai mantan Wakil Ketua Umum.
“Partai Demokrat pantas malu, dan apa yang dilakukan Partai Demokrat ini justru memperkuat dugaan bahwa sebenarnya di belakang atau bersama-sama dengan Roy Suryo,” terangnya.
Dia memperingatkan bahwa langkah-langkah politik yang diambil Partai Demokrat berpotensi merugikan partai itu sendiri di masa depan. Dampaknya tidak hanya pada reputasi partai tetapi juga dapat mengganggu stabilitas koalisi pemerintahan yang telah terbentuk.
Ade Armando menyarankan agar Partai Demokrat segera menghentikan berbagai langkah yang dinilainya kontraproduktif. Menurutnya, terus melanjutkan manuver seperti ini hanya akan memperburuk citra partai dan mengancam keutuhan koalisi yang ada.
“Jadi saya menyarankan memang dengan segera, Pak, teman-teman Demokrat itu menghentikan langkah-langkahnya yang justru akan memperburuk reputasi mereka. Dan juga memperburuk keutuhan Koalisi Indonesia Maju,” kuncinya.
Pernyataan Ade Armando ini muncul di tengah situasi politik yang semakin kompleks terkait dengan berbagai kasus hukum yang melibatkan figur publik. Masyarakat diharapkan dapat menyikapi berbagai pernyataan dengan bijak sambil tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

