Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

PSI Sebut Jokowi Dikuyu-kuyu PDIP, Ferdinand: Partai Gurem Cuma Cari Sensasi Murahan Biar Gak Tenggelam

Repelita Jakarta - Pernyataan dari Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia yang bernama Ahmad Ali mengenai ketidakhargaan yang diterima Presiden ke-7 Joko Widodo oleh PDI Perjuangan menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat politik nasional.

Ucapan tersebut disampaikan Ahmad Ali saat menghadiri pertemuan kerja wilayah Partai Solidaritas Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat 21 November 2025.

Menurut Ahmad Ali, Jokowi sepanjang perjalanan politiknya justru hanya dijadikan sebagai instrumen demi kepentingan politik partai berlambang banteng tersebut.

Ia menekankan bahwa Jokowi tidak pernah benar-benar mendapat apresiasi yang pantas setelah menduduki kursi kepresidenan selama dua periode.

Ahmad Ali bahkan menggunakan istilah dikuyu-kuyuh untuk menggambarkan perlakuan yang diterima Jokowi di lingkungan partai lamanya.

Beliau kemudian di partainya yang dulu diklaim sebagai partainya tapi tidak pernah dihargai di sana.

Menurutnya lonjakan karier Jokowi dari kepala daerah hingga pemimpin tertinggi negara murni datang dari dukungan rakyat biasa bukan inisiatif dari kalangan elit partai.

Ahmad Ali menilai wajar jika Jokowi kini lebih memprioritaskan masa depan politik bagi anak-anaknya mengingat pengalaman pahit yang dialaminya.

Apakah salah kalau beliau juga memikirkan putra-putranya.

Yang sedangkan beliau sendiri ketika menjabat jadi presiden tidak pernah dihargai.

Dikuyu-kuyuh di sana.

Pernyataan pedas dari Ahmad Ali ini langsung mendapat tanggapan keras dari kalangan PDI Perjuangan terutama dari politikus senior Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand menilai ucapan tersebut hanyalah upaya murahan untuk menarik perhatian publik demi keberlangsungan eksistensi partai yang dianggapnya kecil.

Ahmad Ali itu sedang cari sensasi murahan saja untuk terus mengangkat PSI.

Ya begitulah cara Partai Gurem untuk selalu berada dalam frame pemberitaan supaya tidak hilang.

Ferdinand menambahkan bahwa klaim soal ketidakhargaan terhadap Jokowi oleh PDI Perjuangan sama sekali tidak berdasar dan lebih terlihat sebagai manuver politik jangka pendek.

Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan telah memberikan investasi besar sejak awal karir Jokowi hingga mencapai puncak kekuasaan.

Partai tersebut tidak pernah mengabaikan kontribusi Jokowi melainkan justru menjadikannya sebagai bagian integral dari perjuangan partai.

Tanggapan Ferdinand ini disampaikan kepada awak media pada Minggu 23 November 2025 di Jakarta.

Situasi ini menunjukkan adanya ketegangan yang semakin memanas antara PSI dan PDI Perjuangan pasca peralihan Jokowi ke partai baru.

PSI yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep tampaknya ingin memposisikan diri sebagai pendukung utama keluarga Jokowi di panggung politik mendatang.

Sementara PDI Perjuangan tetap teguh pada narasi loyalitas dan sejarah panjang yang telah dibangun bersama Jokowi.

Dinamika ini diprediksi akan terus berkembang menjelang agenda politik besar di tahun-tahun berikutnya.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved