Pesan singkat terakhir yang diterima oleh rekan dekatnya Bakhtiar Ahmad Sibarani pada pukul 11.10 WIB hari itu menggambarkan kondisi sulit di mana akses jalan menuju Sibolga tertutup lumpur dan air deras sementara rute alternatif ke arah Tapanuli Utara juga terhalang hambatan serupa sehingga rombongan terpaksa berhenti sementara di tengah hutan yang minim sinyal ponsel.
Situasi komunikasi yang lumpuh total di wilayah pesisir barat Sumatera Utara akibat jaringan seluler mati serta listrik padam membuat upaya pencarian terhambat serius dengan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan personel gabungan untuk menyisir jalur darurat meski medan ekstrem berupa bukit curam dan sungai deras menambah tantangan bagi operasi penyelamatan.
Kekhawatiran warga semakin memuncak seiring berlalunya waktu tanpa update apapun dari pemimpin termuda di Sumatera Utara yang baru dilantik Februari lalu sementara korban jiwa dari musibah alam ini sudah mencapai delapan orang di Sibolga saja dengan ribuan penduduk mengungsi di posko darurat yang kekurangan logistik dasar seperti makanan dan obat-obatan.
Pada Jumat 28 November 2025 akhirnya kabar baik datang ketika Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengonfirmasi melalui konferensi pers bahwa Akhmad Syukri telah berhasil dihubungi dan berada dalam kondisi stabil meski tampak lelah setelah menempuh perjalanan darat ekstrem selama empat hari penuh untuk keluar dari zona terisolasi.
Dalam obrolan telepon singkat itu Suharyanto menyebut wali kota yang lahir 1 Oktober 1990 itu terlihat segar wajahnya walau suaranya menunjukkan kelelahan akibat berjalan kaki sejauh sekitar lima puluh kilometer melewati lima puluh titik longsor besar yang menghadang rute antara Sibolga dan Tarutung di Tapanuli Utara.
Unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu 29 November 2025 berbunyi Hari Jumat siang alhamdulillah saya sampai di Sibolga dengan berjalan kaki 3 hari 2 malam disertai foto dirinya berdiri di antara tumpukan puing dan lumpur basah yang menjadi bukti perjuangan heroiknya untuk kembali ke tanggung jawab utama di tengah krisis yang masih berlangsung.
Bakhtiar Ahmad Sibarani dari akun Instagramnya pada 28 November 2025 menulis Alhamdulillah adik kami Wali Kota Sibolga sudah kembali ke Sibolga dari foto yang saya terima terdapat sejumlah luka di kaki dan tangan beliau sambil menepis spekulasi bahwa kepulangannya terlambat karena alasan pribadi melainkan murni akibat kondisi alam yang tak terduga.
Reaksi masyarakat di media sosial justru menunjukkan keraguan di antara pujian dengan banyak komentar mempertanyakan keabsahan cerita perjalanan panjang itu seperti Mana fotonya selama 3 hari Fake news yang beredar luas di bawah postingan Bakhtiar atau Kenapa nggak live Rakyat butuh leader di lapangan bukan story IG yang membuat diskusi online semakin panas sepanjang akhir pekan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut mengonfirmasi keberhasilan evakuasi tidak resmi itu dengan menyatakan Pak Wali sudah di Sibolga setelah berjalan kaki 3 hari 2 malam sambil menambahkan bahwa semangatnya untuk bergabung kembali dengan tim penanganan bencana patut diapresiasi di tengah total kerugian mencapai miliaran rupiah dari kerusakan infrastruktur vital.
Kini fokus utama bergeser ke pemulihan wilayah dengan BNPB berencana bertemu langsung Akhmad Syukri pada Minggu mendatang untuk mengevaluasi strategi jangka panjang termasuk pembukaan kembali jalur utama dan distribusi bantuan ke desa-desa terpencil yang masih terisolasi akibat puing-puing longsor yang belum sepenuhnya dibersihkan.
Upaya kolaborasi antarlembaga ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi kehidupan sehari-hari bagi puluhan ribu korban yang kehilangan rumah sementara pelajaran dari pengalaman wali kota ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem komunikasi darurat yang lebih tangguh di daerah rawan musim hujan seperti Sumatera Utara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

