
Repelita Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini mengungkap keterlibatan 150 akun buzzer dalam upaya perintangan penyidikan terhadap tiga kasus besar, yakni korupsi PT Timah, impor gula, dan minyak goreng.
Dede Budhyarto, komisaris PT Pelni, menyoroti bahwa mayoritas akun-akun tersebut merupakan pendukung pasangan calon nomor urut 01 dan 03 dalam Pemilu 2024.
Ia menyebutkan bahwa banyak dari akun-akun tersebut telah menghapus atau mengubah nama mereka.
Dede juga menambahkan bahwa M Adhiya Muzakki, yang disebut sebagai ketua Cyber Army, memiliki afiliasi dengan tim sukses salah satu pasangan calon.
Kejagung sebelumnya telah menetapkan M Adhiya Muzakki sebagai tersangka dalam kasus perintangan penyidikan.
Ia diduga memimpin kelompok buzzer yang disewa untuk menyerang lembaga Kejagung dan mengalihkan perhatian publik dari kasus-kasus besar yang sedang ditangani.
Kejagung juga menyebut bahwa kelompok ini menerima pembayaran sebesar Rp 864,5 juta untuk menyebarkan narasi negatif dan mempengaruhi opini publik.
Dede Budhyarto menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan upaya sistematis untuk merusak citra Kejagung dan menghalangi proses hukum.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus-kasus besar agar kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum tetap terjaga.
Editor: 91224 R-ID Elok

