Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Utang Pemerintah Semakin Tambun Rp8.560 Triliun, Sri Mulyani Sebut Masih Aman

 

Jakarta, 3 Desember 2024 – Sri Mulyani: Utang Pemerintahan Prabowo Capai Rp8.560 Triliun, Tetap Aman

Meski utang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencapai Rp8.560,36 triliun per akhir Oktober 2024, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tetap menyebut kondisi ini masih aman dan terkendali. Ia menyatakan tidak perlu khawatir terkait cara pelunasan utang tersebut.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19. Di tengah gejolak ekonomi global, inflasi dan rasio utang pemerintah Indonesia berada di level rendah.

“Indonesia relatif tahan terhadap berbagai guncangan ekonomi dibandingkan negara lain. Tingkat pertumbuhan ekonomi juga lebih stabil,” ujar Sri Mulyani saat membuka Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) di Jakarta, Senin (2/12/2024).

Ia menambahkan, inflasi di Indonesia saat ini berada pada level yang sangat rendah, yaitu 2 persen, bahkan turun menjadi 1,7 persen. Kondisi ini berbeda dengan banyak negara lain yang masih menghadapi inflasi tinggi.

Sri Mulyani juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak oleh pemerintah. Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang paling cepat dalam melakukan konsolidasi fiskal pasca pandemi.

“Defisit anggaran berhasil dipertahankan di bawah 3 persen, dan rasio utang terhadap GDP (produk domestik bruto) tetap relatif rendah,” katanya.

Laporan Kinerja APBN yang dirilis Kementerian Keuangan pada November mencatat rasio utang terhadap PDB saat ini berada di kisaran 38,66 persen. Rasio ini masih jauh di bawah batas aman sebesar 60 persen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Sri Mulyani juga menyebut proyeksi IMF yang memperkirakan rata-rata rasio utang terhadap PDB selama lima tahun pemerintahan Prabowo berada di angka 40 persen. Pada 2029, rasio ini diproyeksikan sedikit turun menjadi 39,57 persen.

Sementara itu, ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, menilai proyeksi tersebut masih dalam batas normal. Namun, ia mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti pandemi atau gejolak global dapat memengaruhi rasio utang di masa mendatang.(*)

Editor: Elok WA R-ID

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved