Istana Tegaskan Komitmen Presiden Prabowo untuk Rakyat Kecil Usai Insiden Gus Miftah
Jakarta, 4 Desember 2024 – Presiden Joko Widodo melalui juru bicara Istana, Adita Irawati, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu memihak kepada rakyat kecil, sebuah sikap yang sangat berbeda dengan insiden yang melibatkan utusan khusus presiden, Gus Miftah.
Adita menyampaikan bahwa pihak Istana sangat menyesalkan tindakan Gus Miftah yang mengolok-olok pedagang es teh, Pak Sunhaji, yang sempat menjadi viral di media sosial. Kejadian tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan dianggap tidak mencerminkan sikap pemimpin yang seharusnya berpihak kepada rakyat.
"Presiden Joko Widodo selalu menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat kecil. Kebijakan seperti kenaikan UMP 6,5% dan program makan bergizi gratis adalah bukti nyata kepedulian beliau kepada rakyat," ujar Adita dalam keterangan persnya.
Adita menekankan bahwa sikap Gus Miftah yang tidak berhati-hati dalam berbicara tidak mencerminkan arahan dan kebijakan Presiden Prabowo yang selama ini selalu berpihak pada rakyat kecil.
Gus Miftah, yang dilantik sebagai utusan khusus presiden pada 22 Oktober lalu, memiliki tugas penting untuk membangun komunikasi dalam moderasi beragama dan kerukunan umat beragama. Namun, insiden tersebut membuat Adita mengingatkan agar Gus Miftah lebih bijaksana dalam bertindak dan berkomunikasi dengan publik.
"Keputusan Gus Miftah untuk berkomentar seperti itu sangat kami sesali, karena tidak mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang selalu berpihak kepada rakyat kecil," lanjut Adita.
Meski sudah meminta maaf secara terbuka dan bertemu langsung dengan Pak Sunhaji untuk menyelesaikan masalah ini, Gus Miftah mendapatkan teguran dari Presiden Prabowo dan Setkab. Adita berharap kejadian ini menjadi introspeksi bagi seluruh jajaran pemerintahan, terutama utusan khusus presiden, agar lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak di depan publik.
"Semoga insiden ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk terus memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan bertindak dengan bijak dalam berkomunikasi," tutup Adita.(*)
Editor: Elok WA R-ID

