
Seorang WNI asal New York terpaksa menyerahkan tas dan baju branded kepada petugas bea cukai karena tidak dapat memperlihatkan invoice.
Saat pergi ke luar negeri, rasanya mustahil jika seseorang tidak belanja.
Baik untuk diri sendiri maupun oleh-oleh untuk orang-orang tersayang di negeri asal.
Seperti yang dilakukan oleh seorang pria asal Indonesia berikut ini. Pergi ke New York, ia membeli tas dan baju bermerek.
Namun, sampai di bandara, tas dan baju tersebut malah tidakbisa dibawa pulang. Kenapa?
Menurut video yang dihimpun dari YouTube 86 & custom Protection NET, seorang pria tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Pria tersebut ia melakukan pemeriksaan barang bawaan di Custom Area.
Di sana, petugas melakukan pemeriksaan tas yang dibeli di Singapura untuk memastikan tas itu baru atau tidak.
Terdapat 3 buah tas bermerek dan juga baju branded di dalam kopernya.
Namun pria ini mengatakan semua tas dan baju ini dibeli dengan harga diskon.
Akan tetapi dia tidak bisa menunjukkan invoice karena tidak tertinggal di New York.
Sedangkan setiap penumpang hanya bisa membawa barang di luar negeri dengan batas harga 500 dolar.
Menurut petugas, tas dan tersebut tak bisa langsung dibawa pulang karena kena biaya pajak.
Pria tersebut terlihat kesal lantaran dirinya lupa mencopot label harga di tas dan baju yang ia beli.
"Semua barang harus dititipkan di kantor sampai bapak bisa menyerahkan invoice pembelian dan juga baru bisa dikenakan pajak 30%," kata petugas. (*)
Sumber Berita / Artikel Asli : kilat

