Berita, Nasional

[VIRAL] Pria meninggal usai karnaval di Pekalongan, keluarga minta penyebab kematian tidak dipelintir

Repelita.net

13 September 2026 20:25 WIB • 465 view

[VIRAL]  Pria meninggal usai karnaval di Pekalongan, keluarga minta penyebab kematian tidak dipelintir
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah kabar duka menyelimuti warga Desa Simbang Kulon menyusul wafatnya seorang peserta pawai budaya usai merayakan perhelatan perayaan keagamaan.

Korban diketahui bernama Ahmad Faiz yang berpulang ke pangkuan sang pencipta setelah berpartisipasi memeriahkan rangkaian tradisi karnaval tahunan setempat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, almarhum murni kelelahan akibat memforsir tenaga selama proses persiapan acara yang memakan waktu cukup panjang.

Meski disibukkan dengan rutinitas pekerjaan harian mengolah obat batik, almarhum tetap menunjukkan dedikasi tinggi demi menyukseskan perhelatan pawai tersebut.

Keluarga memastikan bahwa kondisi fisik almarhum saat mengenakan kostum karnaval terpantau bugar tanpa ada keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan.

Rombongan kontingen tempatnya bergabung baru tiba kembali di titik akhir perjalanan menjelang pergantian hari tepat pada pukul tengah malam.

Setelah melepas lelah sembari bercengkrama dengan rekan sesama peserta, almarhum sempat beristirahat sejenak sebelum akhirnya diantar pulang ke kediamannya.

Namun setibanya di rumah, pihak keluarga mendapati suhu tubuh korban mulai mendingin namun menolak saat dibujuk untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas medis.

“Sempat ketahuan badannya dingin. Minta dibawa ke rumah sakit, enggak mau,” ujar sang paman, M Musa.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa mereka telah mengikhlaskan kepergian almarhum serta memohon agar publik tidak menyebarkan spekulasi keliru.

“Kita sudah ikhlas, sudah rida. Jangan diplintir berita-berita itu. Kasihan keluarga, kita sudah ikhlas,” ujarnya.

Keterangan serupa juga dikuatkan oleh perwakilan panitia penyelenggara yang menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung aman tanpa kendala berarti.

Pihaknya menyayangkan jika musibah kelelahan fisik tersebut justru dihubung-hubungkan dengan narasi liar yang dapat melukai perasaan keluarga yang ditinggalkan.

“Untuk Mas Faiz ini ketika pakai kostum juga dalam keadaan sehat,” kata panitia penyelenggara Fatchul Majid.

“Untuk desas-desus yang isu liar ini tidak di-framing secara berlebihan, karena selain merugikan dari pihak keluarga, kami dari panitia juga merasa dirugikan,” jelasnya.

Di sisi lain, perhelatan malam pesta rakyat tersebut sempat diwarnai insiden kericuhan terpisah yang melibatkan dua orang pedagang keliling asal luar daerah.

Sepasang kakak beradik penjual sosis mendadak diserang oleh sekelompok orang tak dikenal saat hendak mengemasi gerobak dagangan mereka menjelang dini hari.

Peristiwa penganiayaan tersebut bermula ketika pengemudi kendaraan dagang membunyikan klakson secara perlahan demi menghindari kerumunan warga yang memadati badan jalan.

Niat hati berhati-hati agar tidak menabrak pejalan kaki, tindakan tersebut justru memicu emosi sebagian oknum yang tidak terima hingga berujung perkelahian.

“Saya kan takutnya nabrak, saya klakson. Langsung enggak terima, langsung disahut,” kata salah satu korban bernama Gita Firmansyah saat memberikan keterangan di kantor polisi, Sabtu (12/9/2026).

Upaya sang adik untuk melerai keributan justru berbuah hantaman fisik serupa hingga menimbulkan luka memar di beberapa bagian tubuh kedua korban.

Beruntung, aksi beringas tersebut berhasil diredam berkat kepedulian warga sekitar dan kaum ibu yang sigap melerai pertikaian di tengah kegelapan malam.

“Saya masih pakai helm. Bagian punggung sakit banget, bagian tangan juga sakit. Saya terima kasih sama ibu-ibu dan warga sekitar yang sudah membantu melerai saya dan adik saya,” tutur Gita.

Kini, kasus kekerasan jalanan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum sektor setempat guna mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung